Wakil Bupati Lembata Launching Gerakan Aku Anak Sehat dan Cerdas
Demikian siaran pers yang diterima Pos Kupang pada Kamis (31/8/2017) dari tim media JMK3, PAMI dan Stikes CHMK
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos Kupang, Gordi Donofan
POS KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday melaunching "Gerakan Aku Anak Sehat dan Cerdas".
Kegiatan ini diprakarsai oleh Stikes CHMK, Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3) dan Pergerakan Anggota Muda Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PAMI) NTT yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan perayaan Satu Abad SDK St. Yusuf Waipukang-Ile Ape-Lembata pada Selasa (29/8/2017) di halaman SDK St. Yusuf Waipukang.
Demikian siaran pers yang diterima Pos Kupang pada Kamis (31/8/2017) dari tim media JMK3, PAMI dan Stikes CHMK melalui email sekitar pukul 21.00 Wita.
Thomas Ola Langoday, dalam sambutannya, mengapresiasi tim yang telah memulai gerakan-gerakan yang mendorong perubahan bagi anak-anak sekolah mulai sejak dini.
"Kami memberikan apresiasi kepada tim yang telah membantu kami dalam gerakan Zero Malaria dan juga literasi. Juga kepada SDK Waipukang. Inilah kado terindah bahwa kegiatan ini mulai dan berawal dari sekolah ini. Jadi, jika berhasil, maka orang akan melihat bahwa SDK St. Yusuf Waipukang berbuat suatu hal yang besar sekali," ungkap Langoday.
Koordinator kegiatan, Vinsen Belawa Making, menjelaskan, kegiatan ini merupakan kolaborasi dari beberapa pihak dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lembata dalam hal ini Dinas Kesehatan.
"Pihak yang ikut berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan ini yaitu Stikes CHMK, Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3), dan PAMI NTT," ungkap Making.
Ia menjelaskan, Gerakan Anak Sehat dan Cerdas ini sudah dimulai sejak 24 -30 Agustus 2017. Tim kerja yang terdiri dari 14 orang terbagi dalam 7 tim dan berhasil menjangkau 18 Sekolah Dasar yang tersebar di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.
"Ada 400 anak Sekolah Dasar yang dilatih menjadi agen kesehatan. Satu SD kita butuh satu hari penuh untuk melatih mereka menjadi laskar sehat. Mereka dilatih untuk dijadikan sebagai agen yang membantu memberantas Malaria juga menegakkan perilaku hidup bersih dan sehat," jelas Vinsen.
Ia mengatakan, gerakan ini akan dievaluasi setiap bulan lewat pengawasan bidan desa dan guru UKS di sekolah.
Selain itu, katanya, ini juga memberikan motivasi anak-anak untuk membaca dan ini juga merupakan investasi untuk masa depan anak-anak sebab orang akan cerdas jika kesehatannya baik.
Ketua Umum JMK3, Yoan Niron, mengatakan, kolaborasi ini sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada.
"Dengan mengusung tagline satu untuk sehat satu untuk Flobamorata kami terus berkolaborasi untuk mengatasi persoalan kesehatan yang ada. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat khusus untuk Dinkes Lembata yang telah membuka ruang bagi kami untuk terlibat dalam kegiatan ini," ungkap Yoan Niron.
Maria, seorang siswi SDK Waipukang, mengaku bangga karena terlibat aktif dalam kegiatan itu.
"Saya senang sekali bisa mengenal nyamuk dan bagaimana membersihkan rumah. Kami juga diberi buku untuk dibaca. Saya senang ikut kegiatan gerakan anak sehat dan cerdas ini," pungkas Maria. (*)