Berita Kota

Tim Pengabdian Undana Latih Panitia Qurban

tahun ini program ini dilaksanakan di dua masjid, yaitu di masjid Darul Hijrah, Kolhua dan Masjid Al-Mujahidin Lanud El Tari, Penfui.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
ISTIMEWA--
Tim Pengabdian kepada masyarakat Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh drh. Aji Winarso, M.Si menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan bagi panitia qurban di Kota Kupang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM, KUPANG --Tim Pengabdian kepada masyarakat Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh drh. Aji Winarso, M.Si menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan bagi panitia qurban di Kota Kupang.

Sebagai inisiasi, tahun ini program ini dilaksanakan di dua masjid, yaitu di masjid Darul Hijrah, Kolhua dan Masjid Al-Mujahidin Lanud El Tari, Penfui.

Program yang dimaksud berjudul "Pelatihan Implementasi Kesejahteraan Hewan dan Higiene Daging bagi Panitia Qurban di Kota Kupang" yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemeterian Ristek dan Dikti pada tahun anggaran 2017.

Program ini merupakan salah satu upaya promosi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan arti penting kesejahteraan hewan dan meningkatkan mutu daging qurban yang dibagikan kepada masyarakat.

Kesejahteraan hewan merupakan hal yang belum umum dipahami oleh masyarakat, meskipun hal ini sudah diatur dalam Undang-undang No. 18 Tahun 2009.

Kesejahteraan hewan mudah diukur dengan pendekatan "Prinsip Lima Kebebasan" yang harus didapatkan oleh hewan, yaitu: 1) bebas dari rasa haus dan lapar; 2) bebas dari rasa sakit, cedera/luka dan penyakit; 3) bebas dari rasa takut dan cekaman (stress), 4) bebas dari ketidaknyamanan; dan 5) bebas untuk mengekspesikan tingkah laku normalnya.

"Dalam praktiknya memang tidak semua kebebasan ini dapat kiyaberikan, namun kita mengupayakan yang kita bisa semaksimal mungkin. Artinya kita dapat mengurangi penderitaan hewan yang tidak perlu," kata drh Aji, Kamis (30/8/2017)malam.

Dalam pelaksanaan ibadah qurban, beberapa titik penting perhatian kesejahteraan hewan di lokasi adalah selama hewan berada dalam penampungan hingga proses penyembelihan.

Perhatian terhadap kesejahteraaan hewan qurban selama penampungan misalnya dengan memberi makan dan minum yang cukup, memberikan naungan (peneduh), memisahkan tempat sapi dengan kambing, serta memisahkan hewan yang agresif.

Sedangkan kesejahteraan hewan ketika dipotong, dapat diupayakan dengan mengurangi stress ketika proses penjagalan dan menggunakan pisau yang tajam untuk menyembelih hewan.

Materi penting lainnya adalah teknis menjaga hygiene personal dan teknis pengolahan daging secara higienis.

Materi ini mencakup tentang teknik mencuci tangan dan aplikasi alat pelindung diri bagi petugas yang berinteraksi langsung dengan hewan, daging dan limbah (jeraoan).

Narasumber dalam penyuluhan juga menyampaikan hal-hal tentang cara memilih hewan qurban yang memenuhi kriteria syariat Islam, terutama cukup umur, sehat, tidak kurus dan tidak cacat.

Turut hadir dalam acara penyuluhan yang digelar sebelum hari raya Qurban, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc) sebagai perwakilan pimpinan Universitas Nusa Cendana untuk memberikan sambutan, sekaligus hadir sebagai anggota tim pelaksana program. Dalam pengantarnya, Dr. Maxs Sanam menekankan bahwa implementasi
kesejahteraan hewan sangat dianjurkan oleh ajaran Islam.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved