Sabtu, 18 April 2026

Wae Bobo Macang Pacar Manggarai Barat Disurvei untuk Irigasi Persawahan Terang

Sawah itu merupakan sawah tadah hujan dengan lahan potensial 3.500 hektar dan lahan fungsional 2.800 hektar.

Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Seorang petani berdiri di tengah padi sawat Terang yang mulai menguning. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Servan Mammilianus

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Wae Bobo di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), telah disurvei oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat untuk menjadi sumber air irigasi ke Persawahan Terang, Kecamatan Boleng.

Selama ini sawah itu merupakan sawah tadah hujan yang tergolong luas di NTT, yakni lahan potensial 3.500 hektar dan lahan fungsional 2.800 hektar.

Kepala Bappeda Mabar, Aleks Suryono, menyampaikan bahwa tujuan survei untuk melihat ada atau tidaknya kemungkinan Wae Bobo menjadi sumber air irigasi.

"Kami sudah survei untuk melihat kemungkinannya. Kemungkinan memang ada, tetapi selanjutnya harus ada studi kelayakan," kata Aleks saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2017).

Pihaknya berupaya agar studi kelayakan bisa dilakukan pada tahun 2018 mendatang.

Untuk itu,  katanya, pengusulan anggaran untuk studi tersebut akan disampaikan dalam RAPBD induk 2018. (*)

"Tentunya rencana proyek itu bukan hanya untuk irigasi sawah tetapi juga untuk peternakan, perikanan dan manfaat lainnya atau multi sektor," kata Aleks.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Mabar, Anggalinus Gapul, menyampaikan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Bappeda terkait rencana irigasi Terang.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Bappeda dan Bappeda ternyata merespon dengan baik. Mereka langsung melakukan survey di Wae Bobo," kata Anggalinus, saat dikonfirmasi terpisah Senin itu.
Sebelumnya diberitakan, petani sawah di Terang, Kecamatan Boleng, meminta pemerintah dan DPRD setempat berusaha untuk membangun saluran irigasi ke persawahan itu dengan mengambil sumber air di Wae Bobo, Macang Pacar. Luas lahan potensial di Sawah Terang tiga ribu hektar. Sedangkan lahan fungsionalnya 2.800 hektar. Selain berharap pada hujan, selama ini semua petani di lahan sawah itu mengairi sawahnya dengan menggunakan mesin penyedot air dari dua aliran kali, yakni Wae Lengkong dan Wae Kuse. Dalam setahun, sebanyak tiga kali panen. Namun panen padinya hanya sekali, sedangkan sisanya panen kacang lalu panen jagung. Setelah satu musim tanam para petani menanam padi, dua musim tanam berikutnya para petani menanam kacang diikuti tanam jagung.(ser)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved