Warga Desa Tohe Leten-Belu Konsumsi Lauk Sebulan Sekali
pemerintah desa secara khusus mengalokasikan anggaran Rp 19 juta lebih untuk pengadaan makanan tambahan.
POS KUPANG.COM, ATAMBUA-Warga Desa Tohe Leten, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu umumnya keluarga sederhana yang memiliki pola konsumsi kurang gizi. Untuk mengkonsumsi lauk berupa daging atau ikan rata-rata cuma sebulan sekali.
Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Tohe Leten, Yonas Engelbert Talok usai pembagian makanan tambahan bergizi kepada anak-anak usia dini, di Gedung Paud Wadas, Kamis (3/8/2017).
Dikatakannya, selaku pelindung Paud Wadas, dia menyadari pentingnya pemberian makanan tambahan bergizi kepada anak-anak usia dini yang bergabung dalam Paud Wadas.
Karena itu, pemerintah desa secara khusus mengalokasikan anggaran Rp 19 juta lebih untuk pengadaan makanan tambahan.
"Hari ini 30 anak di Paud Wadas mendapatkan tambahan makanan. Tujuannya memberi tambahan asupan gizi bagi anak-anak peserta pendidikan usia dini, di Desa Tohe Leten," ujarnya.
Anak usai dini, kata Kades Engel merupakan usia penting dalam membentuk kecerdasan anak. Hal itu membutuhkan perhatian seluruh elemen, orang tua dan pemerintah.
Dijelaskannya, kegiatan PMT sebagai rangsangan juga bentuk dukungan pemerintah desa terhadap pembentukan karakter generasi muda bangsa sejak dini. "Kegiatan ini sumber dana desa tahun 2017 Rp 19.110.000. Kegiatan PMT dilakukan 18 kali dengan menu nasi, daging sapi, ikan, sayur, telur, susu dan bubur kacang hijau," terang Talok.
Hadir saat pemberian makanan tambahan bergizi Pengelola Paud Wadas, Maximus Mali, tutor Paud Maria Delvina Ikun dan
Maria Hermelinda Sose serta Bunda Paud Selviana Soi. (roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kabupaten-belu_20170804_172313.jpg)