Berita Timor Rote Sabu
Benarkah Kantor Bupati dan DPRD TTS Rusak Karena Kurang Pemeliharaan?
Kerusakan Kantor Bupati dan Kantor DPTD TTS bernilai puluhan miliar yang rusak padahal baru dua tahun digunakan
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Novemy leo
POS-KUPANG.COM,SOE--Kerusakan Kantor Bupati dan Kantor DPTD TTS bernilai puluhan miliar yang rusak padahal baru dua tahun digunakan diduga karena kurang pemeliharaan.
Bupati TTS, Paul Mella melaluo Kepala Dinas Pekerjaan umum (PU) Kabupaten TTS, Ir. Semuel A. Nggebu menjelaskan, pihaknya yang melakukan aksistensi terhadap pembangunan Gedung DPRD dan kantor Bupati TTS serta kegiatan rehab Rujab DPRD TTS.
Menurut Ngebu, dua kantor pemerintah itu sudah diserahkan dan dimanfaatkan sekitar 2 tahun lalu. Dan tanggungjawab kontraktor hanya pada enam bulan setelah adanya penyerahan.
"Dan sekarang pemanfaatannya sudah 2 tahun artinya tanggungjawab kontraktor sudah selesai, tidak ada lagi," kata Samuel, di ruang kerjanya, Kamis (26/7/2017) siang.
Karena itu kerusakan yang terjadi saat ini di kedua kantor itu seperti keretakan tembok dan terlepasnya keramik serta bolongnya plafon sebenarnya adalah kerusakan yang alami.
Dan Samuel menduga hal itu terjadi karena kurangnya pemeliharan dari pihak setda karena kurang pemeliharaan.
"Jika gedungnya sudah diserahkan kontraktor dan sudah lewat masa pemeliharaan enam bulan, maka selanjutnya pemeliharaan gedung itu diserahkan ke pihak setda. Saya lihat pemeliharaan dari setda yang kurang sehingga kondisinya seperti saat ini," kata Samuel.
Terkait kemungkinan kualitas pengerjaan yang buruk, Samuel memastikan hal itu tidak terjadi.
"Kualitas dan spesifikasi sudah diuji. Dan keadaannya baik. Keretakan yang terjadi juga bukan keretakan luar biasa," kata Samuel.
Samuel berharap ada anggaran yang disiapkan pemerintah untuk kegiatan pemeliharaan rutin sehingga kerusakan yang terjadi di gedung DPRD dan Kantor Bupati TTS itu tidak bertambah parah.
Terkait rehab tiga rujab DPRD TTS, Samuel mengatakan rehab dilakukan karena usia rujab itu sudah lama dan banyak terjadi bocor di atap rumah.
"Pekerjaan rehab sudah selesai. Tinggal penyerahan saja," kata Samuel. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ir-samuel-a-nggebu_20170731_102849.jpg)