Sanggar Opang Madangu, Sumba Timur Mengeluh Soal Kurangnya Perhatian Pemerintah
Ini keluhan dari salah satu sanggar seni di Kabupaten Sumba Timur. Mau tahu keluhannya?
Penulis: Robert Ropo | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Robert Ropo
POS KUPANG.COM, WAINGAPU - Pihak sanggar seni budaya tarian Opang Madangu yang merupakan salah satu sanggar seni di kabupaten Sumba Timur yang sudah sekitar sepuluh tahun terbentuk dan memiliki ijin resmi dari Pemerintah daerah dan telah memiliki akta notaris tersebut sampai dengan saat ini belum ada perhatian serius dari Pemda setempat.
Hal tersebut disampaikan wakil ketua Sanggar Opang Madangu, Ferdinan Ngabi Mahat saat ditemui Pos Kupang di Hotel Elvin Kota Waingapu, Jumat (28/7/2017)
Mahat yang didampingi pelatih Sanggar Opang Madangu, Karolin Kalepir mengatakan, sanggar Opang Madangu bergerak dalam dua bidang yakni bidang seni tari khas Sumba Timur dan bidang tenun ikat.
Kata dia, sanggar itu didirikan atas persetujuan dari Pemda Sumba Timur, selain itu Sanggar itu juga memiliki akta Notaris dan sanggar tersebut sudah dibentuk sudah sepuluh tahun lalu sejak dari tahun 2007.
Namun, sudah selama sepuluh tahun berdirinya sanggar tersebut tidak ada perhatian serius dari Pemda kepada sanggar tersebut, padahal, Sanggar seni tersebut merupakan salah satu sanggar ternama dimana sering dipakai penarinya baik dalam kegiatan pemerintah, kegiatan politik seperti kampanye, dan acara adat lainya.
Mahat mengaku selama sepuluh tahun berdirinya sanggar tersebut baru dibantu alat musik berupa gong dan gendang dari dinas Pariwisata. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sanggar_20170728_182507.jpg)