Berita Flores Lembata Alor

Tonggurambang, Anakoli dan Dhereisa Segera Berlistrik

Tonggurambang Timur, Anakoli dan Dhereisa, Kabupaten Nagekeo segera berlistrik tahun ini.

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Rosalina Woso
Pos Kupang/kolase
Penyakit paru-paru jadi kendala tamatan SMK jadi karyawan PLN. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY--Tonggurambang Timur, Anakoli dan Dhereisa, Kabupaten Nagekeo segera berlistrik tahun ini.

Saat ini PT PLN telah melakukan pematokan lokasi.

Kepastian tentang kehadiran jaringan listrik di tiga desa itu disampaikan Kepala PLN Ranting Bajawa, Masyuri ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (25/7/2017).

Masyuri mengatakan, tiga lokasi itu merupakan program pengembangan jaringan listrik PLN tahun 2017.

Tonggurambang di Kecamatan Aesesa, Anakoli di Kecamatan Wolowae dan Dhereisa di Kecamatan Boawae merupakan tiga desa yang belum berlistrik.

Padahal tiga desa itu berada di jalur strategis.

Tonggurambang berada di jalan menuji Pelabuhan Laut Maropokot, Anakolo berada di jalan strategis nasional, dan Dhereisa berada di jalur tengah , Aemali -Danga (boawae-Mbay).

Khusus untuk Desa Tonggurambang, hanya Tonggurambang Timur yang belum berlistrik. Padahal di sana ada satu unit sekolah dasar, ada SMP, dan satu buah gereja.

Keluhan tentang ketiadaan jaringan listrik di Tonggurambang Timur yakni di Kampung Puta sudah lama disampaikan warga setempat ke PT PLN. Namun baru tahun ini dikabulkan PT PLN.

Desa Anakoli selama ini bertahan dengan listrik tenaga surya. Namun pada tahun 2015 lalu, PLN mencabut kembali Pembangkit Listrik tenaga surya di daerah itu karena banyak pelanggan yang menunggak.

Sementara warga setempat beralasan tidak membayar rekening listrik ke PLN karena listrik tenaga surya yang dipasang PLN tidak berfungsi maksimal.

Selain desa belum berlistrik, di daerah yang telah berlistrik pun sering terjadi gangguan pasokan.

Pasokan listrik di Mbay dan sekitarnya beberapa waktu terakhir sering terganggu. Gangguan sering terjadi di pagi hari atau pada sore hari menjelang waktu sholat maghrib.

Masyuri mengatakan, gangguan pasokan listrik di Mbay terjadi karena adanya dahan dan ranting pohon yang menyentuh dan menimpa jaringan listrik.

"Jaringan kita dari Aegela sampai Mbay mengalami gangguan serius karena tertimpa pohon atau ranting pohon. Kita berharap masyarakat di sepanjang jalur tersebut bisa bekerja sama merelakan tanaman milik mereka ditebang untuk menyelamatkan jaringan listrik yang ada," harap Masyuri. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved