Begini Cara Keuskupan Maumere Bantu Dana untuk Bangun Gereja
Dana solidaritas ini sudah menjangkau 27 paroki dan lembaga. Paroki St.Reinha Rosari Kewapante menerima kucuran
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Dion DB Putra
Laporan Wartawan Pos Kupang, Eginius Mo'a
POSKUPANG.COM,MAUMEERE --Gerakan solidaritas seribu rupiah (Gesser) diprakrasasi Uskup Maumere di Pulau Flores, Mgr.Kherubim Parera, SVD mulai memberikan hasilnya.
Uang Rp 1.000 dihimpun dari setiap umat Katolik di keuskupan ini telah mengatasi dana pembangunan gereja dan kapela di Keuskupan Maumere.
Dana solidaritas ini sudah menjangkau 27 paroki dan lembaga. Paroki St.Reinha Rosari Kewapante menerima kucuran dana Rp 25 juta yang diserahkan oleh Ketua Badan Solidaritas Keuskupan Maumere, Rd. Lorens Noi, Pr, kepada Ketua Seksi Usaha Dana Rehabilitasi Paroki Reinha Rosari, Marianus Moa, S.H,M.H, Kamis (13/7/2017).
"Ini (uang) dari kumpulan Rp 1.000. Saya harapkan uang ini digunakan secara benar untuk pembangunan gereja," harap Rd.Lorens saat menyerahkan dana sumbangan disaksikan Ketua Panitia Rehabilitasi, Suitbertus Amandus, dan bendahara, Robertus Odang.
Menurut Romo Lorens, dana terkumpul dari aksi solidaritas Gesser, komunitas dalam keuskupan dan Maumere Diaspora sejumlah Rp 2.553.714.604, telah didistribusikan kepada 27 paroki dan lembaga yang mengajukan proposal bantuan. Besar uang yang disumbangkan Rp 25 juta/paroki atau sejumlah Rp 675 juta.
"Tahap awal konsentrasi bantuan dana ini untuk pembangunan fisik dulu. Dana ini juga bisa digunakan untuk reksa pastoral, karitatif dan investasi," kata Romo .Lorens.
Lorens menambahkan, dana solidaritas pendidikan terkumpul Rp 1.631.687.023, sudah didistribusikan Rp 117.600.000, kepada 47 siswa dan mahasiswa. Sumber dana ini, kata Rd. Lorens, berasal dari sumbangan murid SD sebesar Rp 10.000/6 tahun, pelajar SMP Rp 25.000/3 tahun, SMA Rp 50.000/3 tahun dan mahasiswa dikenakan Rp 100.000/selama masa kuliah. Besar uang solidaritas diberikan untuk murid SD Rp 500.000, SMP Rp 750.000, SMA Rp 1 juta dan mahasiswa Rp 3 juta.
"Solidaritas pendidikan untuk bantu siswa dari latarbelakang keluarga yang tidak mampu biaya pendidikan anak-anaknya. Keluarga yang mampu dengan kesulitan tertentu juga bisa diberikan sumbangan solidaritas," ujar Rd. Lorens.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/lorens-noi_20170713_182919.jpg)