Anak-anak Korban Kekerasan Asal Sumba Tunda Pulang Kampung

Ini penjelasan dari Kepala Dinas Sosial propinsi NTT terkait dengan kepulangan anak-anak korban kekerasan

Penulis: Eflin Rote | Editor: Marsel Ali
Pos KUpang/Eflin Rote
Anak anak korban kekerasan Soni Patola ditampung di Rumah Penampungan Trauma Center, Kupang 

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS KUPANG.COM, KUPANG - Rencana kepulangan anak-anak korban kekerasan di Panti Asuhan Pelita Hidup terpaksa ditunda.

Penundaan ini dikarenakan kedatangan Presiden RI Jokowi ke Sumba Barat Daya dalam rangka parade 1.001 kuda sandelwood.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Drs Willem Fony.

"Kita tunda kepulangan mereka karena Presiden kita sedang berada di Sumba. Kita sudah koordinasikan dengan Bupati Sumba Barat Daya. Beliau maunya dalam minggu ini antara Kamis, Jumat atau Sabtu. Tapi tiketnya memang masih full," ucap Willem, Rabu (12/7/2017) di Kupang.

Willem menambahkan, segala berkas mulai dari raport hingga surat pindah sepuluh anak-anak yang berasal dari SBD ini sudah ada.

Awalnya, ada delapan anak yang akan dipulangkan, dua diantaranya akan di sekolahkan sementara di SD Oeba.

Tapi perkembangan terkahir, berkas sepuluh anak ini sudah bisa ada.

"Kalau mereka pulang ke orangtua mereka, mereka harus tetap sekolah. Kalau orangtua berkebaratan anaknya dipulangkan dan ingin menitipkan di panti asuhan, orangtua harus tahu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi," tuturnya.

Prosedurnya, menurut Willem, orangtua yang bersangkutan harus menyerahkan kepada pengasuh yang ditunjuk. Anak-anak yang dititipkan di panti pun, harus di panti yang memiliki ijin operasional.

"Tinggal di panti pun sifatnya sementara karena dalam proses tertentu harus dibalikan ke orangtua kandung. Kalau dia mau serahkan, yah serahkan kepada siap kita pemerintah wajib tahu," ucapnya.

Saat ini, sepuluh anak-anak korban kekerasan Soni Patola ditampung di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) di kawasan Jalan Timor Raya, Kupang. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved