Berita Kota

VIDEO: Usai Idul Fitri Tinggalkan Sampah-Sampah di Hati

"Mari sama sama menjaga kerukunan sampai kapanpun Indonesia tetap satu dan NTT tidak bisa dipisahkan," ujarnya.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM, KUPANG -- Kantor Kementerian Agama Kota Kupang menggelar halal bihalal di lingkup Pemerintah Kota.

Dengan Tema "Dengan Halal bi Halal Kita Rangkai Perbedaan Rajut Kebersamaan dalam Bingkai Kerukunan", kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kemenag Kota, Rabu (5/7/2017), diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur'an, Qori internasional, Irwan Ismail, S. Sos yang kemudian diisi dengan hiburan nasyid dan tausiyah yang disampaikan oleh H Abdul Latif.

H Abdul Latif menyampaikan manusia itu pada dasarnya sama tidak ada bedanya yang beda itu laki-laki dan perempuan, laki dan perempuan itu pun sama karena sesama manusia.

"Puasa Ramadhan sudah dilaksanakan dan sudah berlalu, walaupun sudah berlalu jaga hati jangan sampai kembali kelabu kalau sudah kembali kelabu maka urusan abu-abu, pekerjaan dan hidup tidak menentu maka apa yang dilakukan sesuai keinginannya. Puasa sudah mendidik kuta untuk kembali pada fitrah. Puasa sudah mendidik menjadi manusia yang kuat, kuat imannya dan rajin beribadah kepada Allah, karena manusia itu makhluk ibadah. Sekecil apapun pekerjaan yang baik dikerjakan dengan niat tulus dicatat sebagai ibadah.

"Mari sama sama menjaga kerukunan sampai kapanpun Indonesia tetap satu dan NTT tidak bisa dipisahkan," ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kupang, Drs Ambrosius Korbafo, M. Si, mengatakan momentum Idul Fitri adalah momentum minal idin wal faidzin saling memaafkan antara jauh dan dekat, jika dekat bersilaturahim dengan berpelukan dan merajut kembali kebersamaan dan persaudaaraan serta kekerabatan sebagai suatu asal satu ciptaan Tuhan.

"Meski benar berbeda suku, agama, ras dan golongan tapi kita Indonesia tetap punya satu dasar dan ideologi yaitu pancasila dengan pilar UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Mari terus tingkatkan dan merajut kebersamaan di antara kita agar meninggalkan inovasi masa depan bangsa kepada anak cucu sebagai bangsa yang bersahabat dan bersaudara. Mari tinggalkan sampah-sampah di hati dan sambut masa depan baru. Saya telah melihat kemarin, saya percaya hari esok maka saya mencintai hari ini. Dengan kehadiran ini bisa membangun kota lebih rukun, sejahtera dan beriman karena bersinergi secara gotong royong," tutupnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved