Daftarkan Anak di SMAN 2 Kupang, Marteda Tak Inginkan Sekolah Lain
Kepada Pos Kupang, Marteda mengatakan SMA N 2 Kupang jadi pilihan karena keinginan dari anaknya bersekolah di sini.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rahmawati
POS KUPANG. COM, KUPANG -- Martenda, ibu dari Trivena ini ada dalam bagian antrean para siswa dalam pendaftaran siswa baru di SMA N 2 Kupang, Senin (3/7/2017). Ia menemani anaknya Trivena untuk bisa segera mendaftarkan diri sebagai calon siswa.
Kepada Pos Kupang, Marteda mengatakan SMA N 2 Kupang jadi pilihan karena keinginan dari anaknya bersekolah di sini.
"Kami tinggal di Sikumana dan ikut kemauan anak ingin sekolah di sini. Jadi mendaftar di sini. Berharap anaknya bisa diterima karena nilainya juga bagus. Kami orangtua ikut kemauan anak saja. Maunya hanya di sini," tuturnya.
Siswa SMPN 6, Anita yang sedang mengantri untuk mendaftarkan diri di loket SMA N 2 Kupang, juga mengaku memilih SMA N 2 Kupang karena sekolah menengah atas tersebut dekat dengan rumahnya.
Sedangkan siswa lainnya tamatan dari SMP Angkasa Penfui, Philipis berjanji bila ia diterima di sekolah ini, ia yang bermukim di RSS Baumata tidak akan terlambat untuk datang ke sekolah.
Pantauan Pos Kupang di SMA N 2 Kupang, pada hari pertama pendaftaran penerimaan siswa baru tidak begitu membludak. Semua berlangsung dengan normal.
Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru SMA N 2 Kupang, Ma'ruf Nggera mengatakan sesuai peraturan PPDB kali ini dibuka 60 persen untuk jalur umum dan jalur khusus 40 persen. Pendaftaran dibuka selama tiga hari mulai 3-5 Juli 2017 sesuai dengan juknis.
"Seperti biasa di hari pertama suasananya kondusif belum terlalu ramai. Kalau dilihat hari pertama tidak seperti tahun lalu. Tahun lalu membludak. Tahun ini sekolah menerima 288 siswa yang terdiri dari 38 siswa dalam satu kelas," tuturnya.
Ketika disinggung mengenai keunggulan, Guru Kesenian,Ny Yana, menyampaikan SMA N 2 Kupang adalah sekolah yang menganut sistem karakter bangsa. Pegembangannya ada nilai-nilai baik secara akademis mupun non akademis yang sudah terakumulasi dalam club. Setiap mapel ada club yang dsiapkan untuk kegiatan yang ada.
"Baik secara lokal maupun nasional kami merasa cukup unggul. kelulusan 100 persen. Kemarin kelulusan 99,9 persen tapi itu karena tidak ikut ujian," ujarnya. (*)