Pensiunan PNS Ini Ditemukan Gantung Diri, Alasannya Sangat Mengejutkan

Korban warga Puken Tobi Wangi Bao Larantuka itu gantung diri di kediamannya Selasa (20/6/2017) pagi.

Penulis: Felix Janggu | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Warga mengevakuasi TK yang meninggal, diduga karena gantung diri. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu

POS KUPANG. COM, LARANTUKA - Diduga malu telah berbuat asusila terhadap anak di bawah umur, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial TK (76) di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur memilih menghabiskan nyawanya dengan gantung diri.

Korban warga Puken Tobi Wangi Bao Larantuka itu gantung diri di kediamannya Selasa (20/6/2017) pagi.

Sontak warga sekitar memadati halaman rumah korban yang berada di samping Lapangan Bola Lebao Larantuka.

Meski keluarga mengikhlaskan kematian korban, polisi tetap memastikan sebab kematian dengan melakukan visum di rumah sakit.

"Setelah divisum di rumah sakit Larantuka, kesimpulan dokter yang melakukan visum, korban diduga murni gantung diri," kata Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyanto, Selasa (20/6/2017).

Sesuai hasil visum, jelas Kapolres Arri, korban kekurangan oksigen pada jaringan dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Tambah Kapolres Arri, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa korban punya masalah asusila dengan anak di bawah umur.

"Anak dari tetangga sebelah rumah. Korban merasa malu dengan anak cucunya. Diduga motifnya seperti itu," kata Kapolres Arri.

Surat wasiat korban gantung diri
Surat wasiat korban gantung diri (POS KUPANG/FELIKS JANGGU)

Masalah asusila yang melibatkan korban, kata Kapolres Arri, sementara diselesaikan secara adat.

"Korban sempat menulis surat wasiat yang menyatakan bahwa yang bersangkutan malu dengan perbuatannya terhadap cucunya," kata Kapolres Arri. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved