Berita Flores Lembata Alor

Bupati Elias Kembali Ingatkan Dampak Perubahan Iklim

upaya yang bisa dilakukan yakni membuat program yang sesuai dengan kondisi iklim dan perubahan musim

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ADIANA AHMAD-
Bupati Elias sedang meninjau arena pameran beras organik pada kegiatan kampanye Kerja Cerdas iklim di Lapangan Berdikari Mbay. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY--Bupati Nagekeo, Drs. Elias Djo kembali mengingatlan masyarakat di daerah itu untuk waspada terhadap bencana iklim dan geologi seperti longsor, angin puting beliung, kekeringan, abrasi, Sunami yang akan merusak ekosistem lingkungan hidup dan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Peringatan Elias itu disampaikan dalam Kampanye Kerja Cerdas Iklim di Lapangan Berdikari Mbay, Kamis (14/6/2017).

Elias mengatakan, selain karena kecenderungan alam, perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan seperti membakar hutan, melakukan penebangan liar, penggunaan pupuk kimia yang tidak beraturan menyebablan bencana alam, penurunan produksi pertanian, pola tanam tidak menentu, kerusakan infrastruktur pembangunan dan hilangnya pendapatan masyarakat.

Dikatakan Elias, kemampuan daya pikir manusia, kecanggihan teknologi dan kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat tidak mampu lagi memprediksi pergantian musim, perubahan iklim dan dampaknya.

Karena itu, kata Elias, upaya yang bisa dilakukan yakni membuat program yang sesuai dengan kondisi iklim dan perubahan musim.

Salah satunya, program Am Ready atau saya siap yang berkosentrasi pada penguatan kapasitas anak dan perempuan di desa/ kelurahan dan sekolah untuk memahami lingkungan komunitasnya, kemudian komunitasnya berusaha memahami perubahan iklim dan dampaknya serta intervensi apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko yang ada.

Intervenai itu, kata Elias, dapat berupa kegiatan pertanian, penghijauan dan sanitasi di lingkungan terdekat sampai lingkungan yang lebih luas.

Kampanye kerja cerdas iklim, demikian Elias bertujuan membangun pemahaman bersama baik pemerintah maupun masyarakat tentang dampak perubahan iklim dan upaya adaptasi dalam pembangunan komunitas dan daerah.

Kampanye kerja cerdas iklim melibatkan warga dari desa/ kelurahan, para pelajar dan pengajar dari beberapa sekolah di Nagekeo.

Sementara dampak dari perubahan iklim yang sangat nyata, yaitu penurunan produksi pertanian akibat serangan hama sebagai dampak dari kerusakan atau ketidakseimbangan ekosistem lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir produksi padi di Mbay menurun tajam. Salah seorang petani, Hamid (50) yang ditemui di lahan sawahnya di Daerah Irigasi Mbay, Jumat (16/6/2017), mengaku sudah tiga musim tanam selalu gagal panen karena hama dan angin. Hamid sendiri mengaku bingung karena segala cara sudah ditempuh untuk mencegah gagal panen. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved