Rabu, 8 April 2026

Pertama di Flores, RSUD TC  Hillers Maumere Miliki Unit Cuci Darah

RSUD dr. T.C. Hillers Maumere meresmikan unit cuci darah (Hemodialisis/HD) pertama di Pulau Flores, Sabtu (10/6/2017).

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/EGINIUS MO'A
Bupati Sikka, Drs.Yosef Ansar Rera (kacamata), Komandan Pangkalan TNI AL Maumere, Kolonel (Marinir) Firman Johan, menyaksikan proses cuci darah yang dijalani oleh salah seorang pasien di Unit Hemodialisis RSUD TC Hillers Maumere, Flores, Sabtu (10/6/2017). 

Laporan Wartawan  Pos Kupang,  Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Manajemen  RSUD dr. T.C. Hillers Maumere, Kabupaten  Sikka,  meresmikan unit  cuci  darah  (Hemodialisis/HD) pertama  di Pulau Flores, Sabtu  (10/6/2017).

Unit  Cuci   Darah ini memiliki  enam  tempat  tidur mampu menampung total 30 pasien hemodialisis dibangun atas kerja sama Pemda Sikka, RSUD TC Hillers dan  Yayasan Bina Nusantara Adi Sehat.                      

“Saat ini kami menggunakan mesin merk Gambro produksi Swedia. Total nilai keseluruhan   Rp 3 miliar,”  kata  dr. Steven Gunawan,  Direktur Yayasan  Bina Nusantara Adi Sehat, kepada Pos-Kupang,com, di Maumere, Sabtu  (10/6/2017) siang.      

Pembangunan  HD, kata    Steven,  bermula  dari  banyaknya pasien  gagal ginjal kronis yang membutuhkan pelayanan. Angka kesakitan dan kematian dari gagal ginjal kronis sangat tinggi.   

Menurut  dr. Stven, selama  ini  pasien berobat ke RS Sanglah di Bali atau RSU WZ Johannes Kupang.  Bahkan ada warga Sikka yang saat ini berobat di  Surabaya dan Yogyakarta.                       

Menurutnya, semua  biaya cuci darah ditanggung oleh BPJS. Kecuali bagi pasien tidak punya  BPJS membayar Rp 1.050.000,sesuai peraturan  daerah  (Perda)                                           

“Kalau mereka berobat keluar Maumere butuh biaya transportasi bolak-balik ke Maumere, biaya kos-kosan karena  cuci darah dilakukan dua  kali seminggu. Biaya  hidup kota besar jauh lebih tinggi, belum lagi biaya karena mereka tidak bisa bekerja dan penunggunya juga tidak dapat bekerja,” imbuh  Steven.                       

“Biaya untuk HD mungkin gratis dari BPJS, tetapi biaya lainnya membuat kita prihatin dan memutuskan memfasilitasi pembangunan unit HD ini,”  kata Steven.

Bupati  Sikka, Drs.Yosef Ansar  Rera, mengharapkan fasilitas ini memberi  harapan  hidup kepada  pasien  yang harus menjalani  cuci darah. Banyak  warga masyarakat Sikka selama  ini harus  ke Bali atau Jawa.

“Saya sering mendengar keluhan  masyarakat yang menjalani cuci  darah. Tak  hanya harus menanggung  biaya perawatan di  RS,mereka  juga   dibebani lagi dengan akomodasi dan  transportasi  yang lumayan besar jika  harus berobat keluar  daerah,” ujar  Ansar meresmikan  Unit  HD, Sabtu siang  (10/6/2017).

Hadirnya fasilitas ini mendukung  RSUD  TC  Hillers sebagai  RS  rujukan  dari  empat kabupaten Lembata, Flotim dan  Ende. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved