Kamis, 9 April 2026

Kota Kupang Siap Laksanakan Sekolah 5 Hari, Begini Komentar Anggota DPRD

Kami belum dapat PP itu tapi kalau ada maka Kota Kupang siap laksanakan. Namun sebelumnya dilakukan rapat koordinasi

Penulis: Hermina Pello | Editor: Agustinus Sape
Pos Kupang/Hermina Pello
Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, Filmon Lulupoy 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Hermina Pello

POS KUPANG. COM, KUPANG - Kota Kupang siap melaksanakan sekolah lima hari jika PP mengurus hal ini sudah diterima.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon Lulupoy yang dihubungi Sabtu (10/6/2017).

"Kami belum dapat PP itu tapi kalau ada maka Kota Kupang siap laksanakan. Namun sebelumnya dilakukan rapat koordinasi. Tapi pada intinya Kota Kupang siap, "katanya. 

Anggota DPRD Kota Kupang, Jeri Anthon Pingak mengatakan sebagai wakil Rakyat sangat mendukung.

Tentunya pemerintah siap faktor pendukung baik SDM maupun infrastuktur regulasi dan hak hak dari semua unsur penyelenggara pendidikan maupun rombongan belajar sehingga masa depan anak anak bangsa nisa bersaing di era sekarang maupun yang akan datang dengan negara yang sudah maju.

"Kota Kupang harus siap karena untuk kota Kupang adalah barometer Propinsi NTT dan tentunya pemerintah dalam hal ini eksekutif & legislatif harus melakukan edikasi untuk masa depan pendidikan yang lebih baik dari sekarang. Untuk itu harus mencari jalan keluar yang terbaik bagi dunia pendidikan kita di kota ini. Dan eksekutif harus berani untuk melakukan reformasi pendidikan di Kota Kupang dengan pemerataan SDM maupun memberdayakan sekolah swasta di Kota Kupang,"katanya.

Timbulkan Masalah Baru

Pendapat berbeda disampaikan anggota DPRD Kota Kupang. Yuvensius Tukung. Menurutnya, ada perbedaan antara dunia belajar dan dunia bekerja.

Saya secara pribadi mempertanyakan kebijakan ini. Orang yang mendesain kebijakan ini adalah orang yang belajar di kampus mereka tidak membayangkan perbedaaan antara mahasiswa dan peserta didik. Secara psikologi berbeda. Menurutnya saya menimbulkan masalah baru dengan mata pelajaran dipadatkan," katanya. 

Kata dia, seharusnya siswa dalam belajar itu menyenangkan sehingga harus diperhitungkan daya serap dan efektivitas pembelajaran.

Hal ini juga pasti akan memberatkan guru karena guru harus sampai sore hari.

"Kapan dia pulang, siapkan RPP, perhatian keluarga.  Ini adalah ruang pembelajaran bukan ruang bekerja," katanya.

Yuvensius Tukung mengatakan terkait dengan fasilitas maka dalam Penerimaan Siswa Baru harus hati hati dan dinas sekolah harus benar ketat betul supaya jangan terjadi ledakan siswa di sekolah tertentu sehingga tidak ada double shift.

Hal lain yang harus dilihat bahwa siswa harus menyiapkan makan siang di sekolah jika mereka harus pulang sore hari.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved