Warga 4 Desa di Ulumanda yang Hidup Tanpa Listrik, Simak Kisahnya

Mereka pun makan sahur dan shalat tarawih berjamaah di masjid dalam suasana gelap gulita.

Warga 4 Desa di Ulumanda yang Hidup Tanpa Listrik, Simak Kisahnya
(KOMPAS.com/Junaedi)
Kondisi jalan antardesa yang hancur di salah satu desa di Majene. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan BBM untuk genset. Akibatnya, warga hidup tanpa penerangan listrik. 

POS KUPANG.COM, MAJENE -- Lebih dari 6.000 orang warga dusun terpencil di empat desa di Kecamatan Ulumanda Majene Sulawesi Barat hidup tanpa listrik.

Mereka pun makan sahur dan shalat tarawih berjamaah di masjid dalam suasana gelap gulita.

Seperti di Dusun Taukong, Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Majene. Sebanyak 1.500 penduduk desa sudah lama tak merasakan listrik.

Beberapa waktu lalu, warga pernah menikmati Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) selama hampir 9 tahun.

Namun sejak bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) di Taukong jebol 2016 lalu praktis warga kini tak bisa menikmati penerangan lisatrik ke rumah-rumah mereka.

"Ya untuk Ramadhan tahun ini, kami makan hanya pakai lampu pelita saat buka atau makan sahur termasuk shalat di masjid," ujar Kepala Dusun Taukong, Muh Amin, Minggu (28/5/2017).

Sebenarnya, masjid di desa tersebut memiliki genset. Namun karena mahalnya minyak tanah Rp 20.000 per liter, genset itu hanya digunakan dalam keadaan darurat dan acara penting.

Apalagi sejak akses jalan sejauh 120 kilometer ke arah ibu kota Kabupaten Majene hancur, genset jarang dinyalakan. Sebab, akses jalan itulah yang digunakan warga untuk mendapatkan BBM.

Bahkan sejak jalan rusak, distributor minyak tanah juga kesulitan masuk desanya.

"Kalau shalat tarawih di masjid masih ada generator, tapi terbatas, hanya sampai jam 11 malam. Itu pun biasanya hanya dipakai sewaktu-waktu saja," tutur Amin.

Amin menjelaskan, rusaknya jalan membuat roda perekonomian warga nyaris tak bergerak.

Beragam hasil perkebunan yang mereka panen harganya jatuh dan tak bisa dijual ke pasar dengan harga menguntungkan. Ini disebabkan beban biaya transportasi yang mahal.

Persoalan penerangan listrik warga di Kecamatan Ulumanda bukan hanya dirasakan penduduk Dusun Taukong, Desa Tandeallo Majene.

Setidaknya ada tiga desa lainnya yang bernasib sama. Di antaranya Desa Ulumanda, Popenga, dan Panggalo.(Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved