Mutiara Ramadan: Puasa Memperkuat Ukhuwah
Puasa yang salah satu maknanya adalah menahan, sesungguhnya mengajak umat manusia untuk menahan segala sesuatu
POS KUPANG.COM -- Ramadan adalah bulan istimewa, dimana setiap muslim menunggu kedatangannya.
Bulan yang penuh berkah bagi siapapun, termasuk bagi yang tidak berpuasa sekalipun.
Sejuta gelar disandang memberi makna betapa mulianya bulan Ramadan.
Tak mengherankan jika setiap waktu kaum muslim senantiasa berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan.
Sebagai unsur penting ritual dalam Islam, puasa di bulan Ramadan merupakan peribadatan yang telah dijanjikan Allah dengan pahala yang berlipat-lipat, di samping pembukaan ampunan yang selebar-lebarnya.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa puasa merupakan ibadah yang sangat rahasia.
Hanya Allah dan pelakunya yang mengerti hakikatnya.
Ini menjadi penanda keberkahan bulan Ramadan benar-benar diperuntukkan bagi mereka yang mengimani, serta penanda bahwa Allah SWT tak terbatas rahmat-Nya bagi segenap kehidupan di dunia.
Dalam dimensi yang lebih luas, perintah puasa di bulan Ramadan memiliki peran penting dalam mempererat ukhuwah islamiyyah (persaudaraan Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), maupun ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama).
Puasa yang salah satu maknanya adalah menahan, sesungguhnya mengajak umat manusia untuk menahan segala sesuatu yang berpotensi merusak tata hubungan sosial bermasyarakat.
Puasa mengajarkan arti penting rasa kebersamaan dalam satu nasib, serta menumbuhkan semangat saling membantu sebagian pondasi dasar ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.
Al-Qur'an sering menyindir karakter manusia yang sering menonjolkan kerasnya sikap, padahal sikap tersebut dapat merusak kehidupan itu sendiri.
Manusia yang tak memiliki kepekaan sosial, tidak memiliki empati terhadap nasib kaum miskin, diibaratkan sebagai mereka yang berhati batu.
Hal ini seperti difirmankan dalam surat al-Baqarah ayat 74 : "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.
Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/cholil-nafis_20170529_075102.jpg)