Cocok untuk Wisata Religi, Anda Bisa Datangi Empat Masjid Tertua yang Masih Ada di Indonesia
Saka Tunggal, masjid ini memiliki tiang penyangga bangunan masjid yang dulunya hanya ada satu tiang (tunggal).
Meski pernah direnovasi berkali-kali, masjid ini tetap asli karena tidak mengubah bentuk inti dari masjid sama sekali.
Konstruksinya berdinding gaba-gaba (pelepah sagu yang kering) dan beratapkan daun rumbia, masih berfungsi dengan baik sebagai tempat salat.
Tipologi bangunannya berbentuk empat bujur sangkar.
Dilihat dari segi arsitektur, masjid ini memang kecil dan sederhana, namun memiliki beberapa keunikan yang jarang dimiliki masjid lain, yaitu konstruksi bangunan induk dirancang tanpa memakai paku atau pasak kayu pada setiap sambungan kayu.
3. Masjid Ampel (1421)
Masjid kuno yang terletak di kelurahan Ampel, Surabaya, Jawa Timur ini didirikan pada tahun 1421 oleh Sunan Ampel dengan luas 120 x 180 meter persegi.
Masjid yang kini menjadi salah satu objek wisata religi di kota Surabaya ini dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab.
Lalu, di samping kiri halaman masjid ini terdapat sebuah sumur yang diyakini sebagai sumur yang bertuah dan biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininya untuk penguat janji atau sumpah.
Dan sebagai bentuk penghargaan, di dekat Masjid Ampel terdapat kompleks pemakaman sang pendiri masjid, Sunan Ampel.
4. Masjid Agung Demak (1474)
Salah satu masjid tertua ke empat di Indonesia ini, dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo.
Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah - raja pertama dari Kesultanan Demak.
Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi.
Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka.
Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut saka majapahit. (Bangka Pos.Com)