Asty Ambang, Terapi Pernapasan

Baginya, mengembangkan bakat menyanyi tak harus menjadi penyanyi terkenal. Mengembangkan bakat itu merupakan bagian dari upaya mengenal diri sendiri.

Editor: Alfred Dama
ISTIMEWA
Asty Ambang 

POS KUPANG.COM -- Bakat menyanyi mulai muncul sejak dia masih sekolah dasar (SD). Saat sudah di bangku SMP, gadis berkulit putih ini mulai intens mengembangkan bakatnya dengan mengikuti latihan.

Baginya, mengembangkan bakat menyanyi tak harus menjadi penyanyi terkenal. Mengembangkan bakat itu merupakan bagian dari upaya mengenal diri sendiri.

Gadis manis bernama Asty Ambang ini pernah meraih juara satu putri lomba menyanyi antarsekolah di Ruteng tahun 2008 lalu. Saat itu dia masih berada di bangku SMPN 1 Langke Rembong. Tahun 2010, ia meraih juara dua umum vocal group (trio) saat perlombaan antarkecamatan se-Kabupaten Manggarai.

Asty, demikian sapaan akrabnya, saat itu bergabung bersama dua temannya saat berada di bangku SMAN 1 Langke Rembong.

"Tahun 2008 saya ikut rekaman lagu rohani Daerah Manggarai, yaitu album Tiba Mori 2," kata putri pasangan Simon Ambang dengan Maria Kenunu ini kepada Pos Kupang di Labuan Bajo, Senin (22/5/2017).

Penyuka warna merah muda dan biru muda ini merasakan menyanyi bisa mendapatkan energi positif.

"Menyanyi itu bagus untuk sarana terapi pernapasan, termasuk buat kesehatan jantung. Selain kesehatan fisik, menyanyi juga baik untuk kesehatan psikis. Bisa membuat perasaan menjadi lebih lega dan lebih semangat karena rasa yang ada di hati bisa kita ekspresikan," kata Asty.

Gadis yang sangat tidak suka makan durian dan sayur bayam ini sering tampil di berbagai acara untuk menghibur undangan dengan suara khasnya itu.

"Dengan mengembangkan bakat menyanyi bisa mendatangkan uang karena ada job-job yang ditawari, seperti untuk acara nikah atau acara resmi lainnya. Kalau dulu sering terima job seperti itu, sekarang lebih selektif untuk terima karena sudah ada tugas utama di kantor," kata Asty. Saat ini Asty merupakan salah satu pegawai kantor di Bagian Humas Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Selain menyanyi, gadis kelahiran Ruteng, 8 Februari 1992, ini juga suka traveling. Namun berkurangnya waktu senggang membuat dia mencari cara lain untuk refreshing, yaitu nongkrong sambil ngobrol bersama teman dekatnya setelah waktu kerja di kantor selesai. (servatinus mammilianus)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved