Pria Ini Sendirian Tangkap Ular Piton Besar, Ada 78 Telur Siap Menetas Lho
Yang mengejutkan, setelah perutnya dibelah, ternyata ada 78 telur yang siap menetas.
Editor:
Rosalina Woso
POS KUPANG.COM -- Ingat kisah Akbar di Sulawesi yang ditelan hidup-hidup oleh ular piton?
Ya, ular piton memang tidak beracun dan tidak menyerang jika tidak diganggu.
Tapi piton bisa berkembang biak dengan cepat, dan akan memangsa mahkluk hidup apa saja yang bisa ditelan.
Tak heran jika pemerintah bagian Florida di Amerika juga menganggapnya hama, karena menghabisi hewan asli di sana, dan membentuk tim pemburu ular piton.
Ular piton bukan hewan asli Florida, tapi berkembang di alam liar akibat terlepas tak sengaja.
Baru-baru ini, Dailymail (10/5/2017) melansir kabar seorang pemburu ular yang berhasil menangkap ular piton besar di Florida.
Ular tersebut ditangkap di Taman Nasional Florida, Everglades, Amerika.
Pria berjuluk Dusty 'The Wildman' Crum ini, berhasil menangkap ular piton sepanjang 5,1 meter, dengan tangan kosong.
Ular ini bukan yang terbesar yang pernah ditangkap, karena pernah ada juga ular tertangkap sepanjang 5,5 meter, dengan berat 72.5 kilogram.
Setelah ditangkap, ular tersebut diukur panjangnya dengan teliti, dan dikuliti.
Yang mengejutkan, setelah perutnya dibelah, ternyata ada 78 telur yang siap menetas.
Di Florida, ular piton dianggap sebagai hama.
Menurut peneliti, diperkirakan ada sekitar 30 ribu sampai 300 ribu ular piton yang menghuni Florida Selatan, dan terus berkembang biak.
Ular piton itu dianggap membahayakan hewan setempat, seperti rakun, kelinci, burung bahkan buaya aligator.
Biasanya ular betina akan berkembang biak setiap tahun, menghasilkan antara 20 hingga 50 telur.
Ular itu bisa hidup hingga dewasa mencapai umur 20 tahun, atau bahkan lebih lama lagi.
Maka sejak dua bulan lalu, pemerintah lokal di sana membentuk tim pemburu ular, dengan program South Florida Water Management District (SFWMD).
Tujuannya untuk mengurangi populasi ular piton di sana.
Honornya cukup menggiurkan, apalagi jika dibandingkan dengan standar di Indonesia.
Bayarannya USD 8.1 atau sekitar Rp 108 ribu per jam operasi penangkapan.
Nah, jika ada ular yang berhasil ditangkap, si pemburu akan mendapatkan tambahan insentif, yang besarnya sesuai ukuran ularnya.
Insentifnya adalah USD 50 (Rp 700 ribu) untuk ular piton sepanjang 4 feet dan ditambah lagi USD 25 (Rp 350 ribu) untuk setiap ular piton yang berukuran lebih dari 4 feet.
Maka, untuk tangkapan terbesarnya kali ini, yaitu 16 feet 10 inchi (5,1 meter), Crum mendapatkan USD 375 (Rp 5 juta).
Wah gede juga ya honornya, untuk tangkapan yang satu ini! (Tribun Medan.Com)
Berita Terkait