Polres Ende Didemo Mahasiswa PMKRI, Ini yang Mereka Tuntut

Polres Ende dituding berkonspirasi dengan DPRD Kabupaten Ende dalam kasus gratifikasi yang melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Ende dengan PDAM En

Polres Ende Didemo Mahasiswa PMKRI, Ini yang Mereka Tuntut
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
PMKRI melakukan aksi demo di depan Mapolres Ende, Jumat (12/5/2017). PMKRI Ende Gelar Aksi Demo 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE -- Polres Ende dituding berkonspirasi dengan DPRD Kabupaten Ende dalam kasus gratifikasi yang melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Ende dengan PDAM Ende pasalnya kasus dugaan gratifikasi yang pernah ditangani oleh Polres Ende terkesan lenyap di tangan polisi.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco, Benyamin Eerikson Bastian Bata mengatakan hal itu saat melakukan orasi di depan Mapolres Ende dalam aksi demo PMKRI End eke Polres Ende terkait dengan kasus dugaan gratifikasi, Jumat (12/5/2017).

Bastian mengatakan bahwa kedatangan aktifis PMKRI Ende untuk sekian kalinya guna menagih janji serta komitmen polisi dalam menangani kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan oknum DPRD Kabupaten Ende pasalnya sudah hampir dua tahun kasus tersebut tidak mengalami perkembangan yang signifikan.

Polres Ende ujar Bastian terkesan tidak serius menangani kasus dugaan gratifikasi karena sudah hampir dua tahun kasus tersebut tidak juga diselesaikan.

Bastian mengatakan bahwa setiap kali PMKRI datang atau berdemo ke Polres Ende polisi hanya menebar janji bahwa akan segera diselesaikan namun demikian janji tinggalah janji sementara itu tidak ada perkembangan apapun yang telah dilakukan oleh polisi.

Pergantian pucuk pimpinan di Polres yakni Kapolres ataupun unsure pimpinan lain seperti Kasat juga tidak berarti bahwa kasus yang pernah ditangani polisi juga ikut hilang namun demikian kenyataannya ketika pucuk pimpinan diganti kasus gratifikasi juga seakan lenyap.

Ketidakseriusan polisi dalam mengusut kasus dugaan gratifikasi menurut Bastian patut diduga bahwa polisi telah berkonspirasi dengan DPRD Kabupaten Ende.

Bastian mengatakan bahwa sebagai generasi muda Kabupaten Ende yang menjadi harapan masyarakat PMKRI akan terus mengawal berbagai kasus dugaan korupsi termasuk salah satunya adalah dugaan gratifikasi di DPRD Kabupaten Ende.

Oleh karena itu pihaknya berharap polisi serius mengusut kasus tersebut sehingga dengan demikian kasus dugaan gratifikasi bisa memperoleh legitimasi hukum yang jelas karena menurutnya kalau memang salah ya katakan salah namun kalau tidak katakan tidak namun tidaklah diam seperti yang terjadi saat ini.*

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved