Dr. Simon Sira Padji: Pelihara Nilai Kebangsaan Tidak Harus Melalui P4
Dr.Simon Sira Padji, M.A mengatakan yang paling penting adalah tataran aplikasi dalam kehidupan sehari-hari di kalangan mahasiswa.
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Romualdus Pius
POS KUPANG. COM, ENDE - Wakil Rektor Bidang Akademik pada Universitas Flores Ende, Dr.Simon Sira Padji, M.A mengatakan, untuk membangkitkan atau memelihara nilai-nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa tidak harus melalui penataran P 4 sebagaimana yang pernah diberlakukan di zaman Orde Baru dulu
Yang paling penting adalah tataran aplikasi dalam kehidupan sehari-hari di kalangan mahasiswa.
Hal ini dikatakan Dr. Simon Sira Padji, M.A kepada Pos Kupang, Jumat (12/5/2017), ketika dimintai pendapatnya agar P 4 dihidupkan kembali atau diajarkan kepada mahasiswa guna memelihara nilai-nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa.
Simon mengatakan bahwa untuk menjaga nilai kebansaan di kalangan mahasiswa yang paling utama adalah tataran aplikasi sehingga dengan demikian nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa tetap terjaga dan tidak tergerus oleh pandangan atau doktrin dari luar yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Simon untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa atau masyarakat hendaknya para pemimpin bisa menunjukan teladan yang baik kepada masyarakat.
Dia mengatakan secara interen di Uniflor Ende kepada para mahasiswa meskipun sudah tidak ada lagi P 4 namun demikian setiap masuk tahun ajaran baru kepada para mahasiswa baru diberikan pemahaman soal nilai-nilai kebangsaan bekerjasama dengan TNI dan Polri.
Selain itu secara akademik para mahasiswa mendapatkan mata pelajaran soal Pancasila yang diberikan kepada para mahasiswa.
Meskipun demikian, ujar Simon, apa yang dilakukan itu belumlah cukup karena yang paling penting adalah tataran aplikasi ketika mahasiswa berada di luar kampus karena dalam sehari mahasiswa tidak sepenuhnya berada di kampus justru mahasiswa paling lama berada diluar kampus.
Oleh karena itu lingkungan dan keluarga diharapkan ikut menentukan cara pandang mahasiswa terkait dengan nilai-nilai kebangsaan maupun toleransi.
Simon mengakui bahwa faktor tehknologi sangat menentukan cara pandang mahasiswa akan nilai-nilai kebangsaan.
Oleh karena itu sebagai lembaga akademik, Universitas Flores akan menghadirkan mata kuliah budaya dan teknologi dengan demikian para mahasiswa meskipun ditengah gencarnya tehknologi informasi namun demikian para mahasiswa tidak tercabut dari akar budaya sendiri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/simon-sira-padji_20170512_224904.jpg)