Karangan Bunga di Kantor Gubernur NTT Terus Bertambah, Dukungan Tolak Radikalisme Bertambah

Dukungan kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam menolak paham radikalisme, seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI

Karangan Bunga di Kantor Gubernur NTT Terus Bertambah, Dukungan Tolak Radikalisme Bertambah
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Seorang tamu di kantor Gubernur NTT hendak membaca dari dekat deretan karangan bunga yang diletakan di depan Kantor Gubernur NTT. 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Dukungan kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam menolak paham radikalisme, seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) serta berbagai paham intoleran ada di Indonesia khususnya di NTT semakin bertambah.

Di Kantor Gubernur NTT, jumlah karangan bunga yang diletakan warga baik secara individu maupun atas nama organisasi, terus bertambah.

Pantaua Pos Kupang, Sabtu (6/5/2017), karangan bunga yang sebelumnya, hanya berjumlah sekitar 80 buah, sudah lebih dari 100 buah. Hingga Sabtu petang, warga terus berdatangan meletakan karangan bunga, baik di dalam halaman dan depan lobi kantor gubernur NTT. Ada juga yang diletakan di depan pagar depan Kantor Gubernur NTT.

Pemasangan krans ini ada yang berasal dari kelompok organisasi ,instansi maupun individu. Selain berasal dari himpunan dan ikatan mahasiswa dari sejumlah daerah di NTT ada juga dari organisasi sosial lainnya.

Beberapa warga yang ditemui di lokasi itu mengaku NTT adalah daerah dengan toleransi terbaik di Indonesia. Untuk itu, penolakan seperti ini mesti didukung. Warga nampak memanfaatkan moment ini untuk berpose dengan latar belakang karangan bunga. Nampak anggota Sat Pol PP Provinsi NTT terus memantau aktivitas ini.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya yang dikonfirmasi melalui Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Drs. Semuel Pakereng, M.Si mengatakan, Pemprov NTT memberi apresiasi kepada masyarakat baik secara individu maupun kelompok yang secara spontan memberikan dukungan. Menurut Pakereng, menyangkut radikalisme, dalam berbagai kesempatan Gubernur NTT selalu menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat NTT supaya mewaspadai adanya paham radikalisme.

"Wujud dari komitmen menolak paham radikalisme ini, pada Selasa (2/5/2017), Bapak Gubernur memimpin langsung rapat dengan pimpina organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat struktural lingkup pemprov NTT. Dalam rapat ini, Bapak Gubernur tekankan soal radikalisme," katanya. (yel)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved