Rahim Plastik Berhasil Diciptakan Ilmuwan. Begini Manfaatnya

embrio tampak menikmati lingkungan plastik itu. Matanya terbuka dan bulu pun tumbuh normal.

Rahim Plastik Berhasil Diciptakan Ilmuwan. Begini Manfaatnya
Partridge, E. A. et al. / Nature Communications
Partridge, E. A. et al. / Nature Communications Embrio domba dalam rahim buatan berbahan plastik. 

Embrio dimasukkan dalam kantung berisi amnion. Bagi umbilical cord-nya dihubungkan dengan mesin udara lewat selang yang berfungsi mirip plasenta.

Rahim buatan itu juga dihubungkan dengan kantung berisi nutrisi, mirip cairan infus. Lantas, kantung disimpan di lingkungan yang steril dan suhu optimal.

Pengamatan menunjukkan, embrio tampak menikmati lingkungan plastik itu. Matanya terbuka dan bulu pun tumbuh normal.

Setelah 28 hari di dalam rahim buatan, embrio dilepaskan. Sejumlah embrio dibunuh dengan sengaja agar ilmuwan bisa mengamati perkembangan organnya.

Sejumlah embrio lain dibiarkan hidup dan diberi makan lewat botol, seperti halnya bayi manusia yang diberi susu formula.

"Mereka tumbuh normal. Paru-parunya berkembang sempurna. Otaknya juga. Embrio berkembang normal dalam setiap aspek," kata Alan Flake.

Meski sukses pada domba, bukan berarti prosedur ini langsung bisa dipakai untuk manusia. Tim masih perlu melakukan eksperimen lain untuk memastikannya.

Salah satu tantangannya adalah sterilitas. Jika tak steril, rahim buatan beserta isinya malah bisa membahayakan embrio.

Tantangan lain adalah menemukan formula cairan amnion yang tepat bagi manusia serta hormon pertumbuhan yang dibutuhkan.

"Ini akan butuh banyak riset pra-klinis dan perawatan ini tak akan tersaji di klinik segera," kata Colin Duncan dari University of Edinburgh.

Halaman
123
Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved