Jembatan Bokong Putus Lagi, 4,5 Jam Banjir Tutupi Jalan Alternatif Antrian Mobil Capai 6 Km

Hujan lebat Senin (17/4/2017) siang sekitar pukul 13.30 witeng di Kecamatan Takari, banjir kembali meluap dan menerjang Kali (sungai kecil, Red)Enoken

Jembatan Bokong Putus Lagi, 4,5 Jam Banjir Tutupi Jalan Alternatif Antrian Mobil Capai 6 Km
FOTO DARI ROBBY RAWIS
Warga serta para penumpang dari Soe-Kupang maupun dari Kupang-Soe berkerumun melihat lokasi jembatan ambruk, Rabu sore (5/4/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julius Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Hujan lebat Senin (17/4/2017) siang sekitar pukul 13.30 wita di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang menyebabkan banjir  yang kembali meluap dan menerjang Kali (sungai kecil, Red)Enokenpuaf.

"Akibatnya jalan alternatif di sebelah timur Jembatan Bokong I, yang terputus dua minggu lalu, tidak bisa dilewati. Sebab tertutup banjir hampir 2,5 meter," jelas Lurah Takari, Yosephus Asbanu, melalui telepon genggam, Senin (17/4/2017) malam.

Kendaraan, kata Asbanu, terpaksa mengantri lebih dari 4,5 jam. Panjang antrian dari arah timur paling panjang hingga hampir 6 kilometer.

"Sebab banyak warga dan kendaraan asal Kota Kupang yang baru pulang libur Paskah dari beberapa kota di sebelah timur Pulau Timor, seperti Malaka, Atambua, Kefamenanu dan SoE. Sedangkan antrian dari arah barat Kota Kupang, tidak terlalu panjang. Cuma sekitar 4 kilometer," jelas Asbanu.

Pukul 16.45 witeng, banjir sudah surut, sehingga kendaraan bisa menyeberang jalan alternatif yang membentang dalam Kali Enokenpuaf.

"Sekarang antrian sudah bergerak perlahan-lahan melewati Kali. Semoga hujan jangan turun lagi sehingga tidak ada banjir lagi," harap Asbanu.

Sebelumnya, lalu lintas kendaraan, barang dan manusia dari SoE, Kabupaten TTS menuju Kupang, Kabupaten Kupang dan sebaliknya lumpuh total Rabu (5/4/2017) mulai pukul 15.30 wita.

Pasalnya, Jembatan Bokong I di ruas Jalan Timor Raya, Kilometer 69, di Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, ambruk diterjang banjir dari Sungai Enokenpuaf dan Sungai Bokong.

"Banjir juga menghancurkan 102 hektar sawah dan merendam 32 rumah warga di Kelurahan Takari setinggi 1 meter sampai 2 meter. Dua rumah darurat hilang dibawa banjir. Itu data sementara," demikian laporan Habel Mbate, anggota DPRD Kabupaten Kupang melalui telepon genggam kepada Pos Kupang, Rabu (5/4/2017) malam.

Meski demikian tidak ada korban jiwa. Sedang korban ternak peliharaan masih didata oleh aparat pemerintah setempat.

Banjir menerjang dan merobohkan jembatan, kata Mbate, sekitar pukul 15.30 wita, setelah hujan lebat selama 4 jam tanpa berhenti.*

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved