'DEMAM' di Ankara, Politisi dan Pejabat Turki Beramai-ramai Pelihara Kumis ala Erdogan

Secara tradisional, para politisi berhaluan nasionalis akan memelihara kumis panjang dengan ujung mengarah ke bawah

'DEMAM' di Ankara, Politisi dan Pejabat Turki Beramai-ramai Pelihara Kumis ala Erdogan
(AP/Al Arabiya)
Seorang pengawal Presiden Recep Tayyip Erdogan berdiri di dekat foto raksasa sang presiden. Sang pengawal, sebagaimana Erdogan, kini memelihara kumis. 

POS KUPANG.COM, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Presiden Erdogan memang menjadi panutan bagi para pendukungnya. Bagi para pria, salah satu yang ditiru dari sang presiden adalah kumis.

Lihat saja, perdana menteri Turki memelihara kumis, menteri kebudayaan setali tiga uang.

Bahkan menteri perekonomian yang menteri luar negeri yang tadinya berwajah "mulus" kini memelihara kumis.

Kumis yang tercukur rapi milik Presiden Presiden Erdogan menjadi semacam tren di kalangan menteri dan politisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa.

Sejumlah analis mengatakan, masalah kumis ini bukan kebetulan.

Apalagi, kumis dan politik Turki memiliki sejarah yang signifikan.

Apalagi kesetiaan para pejabat tinggi sedang diuji menyusul kudeta militer yang gagal menggulingkan Presiden Presiden Erdogan tahun lalu.

"Belakangan, saat Turki sedang memerangi organisasi teror, dan setelah percobaan kudeta, memelihara kumis memang memberikan citra kuat dan tegas," kata Mesut Sen, profesor studi Turki di Universitas Marmara, Istanbul.

Secara historis, para pria Turki memelihara kumis bukan hanya untuk menonjolkan sisi kejantanan tetapi juga soal afiliasi politik mereka.

Secara tradisional, para politisi berhaluan nasionalis akan memelihara kumis panjang dengan ujung mengarah ke bawah, mirip bulan sabit dalam bendera Turki.

Halaman
1234
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved