Anda Punya Anak Autis? Ini Terapi Terbaru untuk Dia!
Karena keprihatinan terhadap anak autis, para ahli Amerika Serikat menemukan terapi terbaru untuk anak-anak autis.
POS KUPANG.COM - Anak-anak penderita autis selama ini dikenal dengan perilaku menghindar dari kehidupan sosial.
Awalnya, para ahli di Amerika Serikat prihatin tingginya kematian anak-anak autis yang meninggal karena kecelakaan.
Seperti tercebur di kolam renang, parit atau mengalami kecelakaan lainnya.
Peneliti AS menyebut, kematian anak-anak autis lebih dari 1.300 orang di seluruh dunia, antara tahun 1999-2014.
Dari jumlah tersebut, tenggelam dan mati lemas adalah dua pembunuh terbesar mereka.
Tentu saja kita paham kenapa mereka tiga kali berisiko mengalami kecelakaan dibanding anak- anak pada umumnya.
Untuk mengurangi risiko tenggelam itulah, para anak autis ini kemudian diajarkan berenang.
Namun hasilnya melebihi ekspektasi.
Pelajaran berenang justru dapat membantu mereka untuk mandiri dan berinteraksi sosial lebih cepat dengan lingkungannya.
Dr Guohua Li dari Columbia University Mailman School of Public Health, mengatakan, terapi yang disebutnya "kelas kolam" ini kemudian menjadi prioritas utama dalam pengembangan anak- anak autis.
Bahkan jika perlu, kata dia, anak-anak autis usia 2-3 tahun, harus diajarkan berenang terlebih dulu dibangingkan terapi lainnya, seperti terapi perilaku atau bicara.
Dalam sebuah wawancara dengan Medicalnewstoday, seperti dilansir MailOnline, Dr Li menambahkan, gangguan komunikasi dan keterampilan sosial, anak-anak autis cenderung mencari bantuan saat mereka cemas di dalam air.
Hal inilah yang kemudian menstimulus syaraf mereka untuk belajar berinteraksi secara alami tanpa harus diajarkan.
Dari terapi cara baru ini, Dr Li dan rekan-rekannya menemukan hasil yang menakjubkan.
Kemampuan interaksi dan mandiri mereka naik 700 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/berenang-terapi_20170328_084131.jpg)