Selasa, 21 April 2026

Warga Desa Reroroja Dikejutkan Dengan Kehadiran Puluhan Ekor Ternak Besar Asal Luar Desa

Tiba-tiba saja, puluhan ekor ternak besar ada di Desa Reroroja. Warga setempat kaget karena hal itu tidak lazim. Apa sebenarnya yang terjadi?

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Egy Moa
TERNAK - Kerbau milik oknum pengusaha yang gagal diantarpulaukan diikat di halaman rumah warga di Kampung Ndete, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Kamis (23/3/2017) 

Laporan wartawan Pos Kupang, Eginius Mo'a

POSKUPANG.COM, MAUMERE - Sejumlah 80-an ekor ternak besar, kerbau, sapi dan kuda yang diduga illegal, gagal diantarpulaukan dari labuh tambat perahu di Kampung Ndete, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Keterangan diperoleh Pos Kupang, Kamis (22/3/2017) siang di Ndete, 30-an Km arah utara Kota Maumere, para kaki tangan dari tiga pemilik ternak diduga domisili di Kota Maumere dan di Pulau Sulewesi, tak mampu memperlihatkan dokumen pengiriman ternak.

"Mereka berani bawah ternak Senin sore sampai malam ke sini karena ada jaminan dari beberapa oknum berseragam. Kami mengenal beberapa oknum ini aparat keamanan. Pada malam kejadian itu, oknum aparat ini datang ke sini," kata anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Reroroja, Yohanes Sumantri, kepada Pos Kupang.

Banyaknya ternak besar mendadak masuk di Ndete, kata Yohanes, menciptakan kepanikan kepada warga setempat pemilik ternak.

Mereka khawatir ternak miliknya ikut `diciduk' dimuat ke kapal. Pada malam kejadian itu, para pemilik ternak begadang sampai pagi.

Warga muka baru berseliweran dengan kendaraan di Ndete.

"Beberapa tahun lalu, sapi dan kuda milik warga hilang
dicuri. Mereka takut jangan sampai ternaknya ikut ditarik dimuat ke kapal," kata Yohanes.

Yohanes mengaku heran rencana pengiriman ternak dilakukan tengah malam. Andaikan pemilik ternak itu punya dokumen lengkap antarpulaukan ternak dilakukan siang hari, sehingga tidak mendatangkan kecurigaan warga.

Ia juga pertanyakan kenapa pengantarpulauan itu menggunakan labuh tambat perahu Ndete, diresmikan Bupati Sikka, Selasa (14/3/2017).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved