Ekuinoks, Penting Diketahui Supaya Anda Bertindak Tepat
BMKG Denpasar, Selasa (21/3/2017), mengumumkan adanya fenomena ekuinoks. Apa sih ekuinoks itu?
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG. COM - BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar, Selasa (21/3/2017), mengumumkan bahwa telah terjadi fenomena ekuinoks (bdk Tribunbali.com).
Mendengar istilah ekuinoks, bagi yang mengerti, biasanya langsung khawatir terjadi peningkatan suhu udara.
Bahkan mungkin ada yang sampai mengalami radang tenggorokan dan batuk-batuk?
Kondisi tersebut terutama dirasakan pada siang hari pada saat tidak terjadi hujan.
Tetapi, syukurlah tidak terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan akibat fenomena ekuinox ini.
Suhu rata-rata di wilayah Indonesia pada saat Equinox berkisar sekitar 32-36°C.
Berdasarkan hasil pengamatan suhu maksimum di wilayah Indonesia, suhu maksimum yang tertinggi saat ini terjadi di wilayah Jakarta dengan kisaran 35,6°C.
Apa sebenarnya Ekuinox atau dalam bahasa Latin Equinox itu?
Fenomena itu hampir pasti terjadi setiap tahun mengikuti siklus posisi bumi terhadap matahari.
Ekuinoks adalah saat di mana posisi matahari berada tepat di atas garis katulistiwa.
Hal ini menyebabkan distribusi sinar matahari lebih signifikan di wilayah ekuator.
Bisa saja suhu permukaan bumi relatif lebih panas daripada suhu sebelumnya.
Ekuinoks merupakan awal musim semi di belahan Bumi Utara setelah melewati musim salju, dan awal musim gugur di belahan Bumi Selatan setelah melewati musim panas.
Saat itu, Matahari sejajar dengan bidang ekuator atau garis khatulistiwa.
Deklinasi Matahari dengan nilai yang sama namun dalam posisi berbeda akan kembali terjadi pada 22 September.
Poros Bumi mengarah pada titik yang sama saat Bumi berevolusi mengelilingi Matahari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ekuinoks_20170322_213443.jpg)