Melepas Pandang Dibalut Hening Lembah Sindoro-Sumbing Temanggung

Di antara Gunung Sindoro dan Sumbing, waktu seperti melambat, saatnya kita rehat sejenak.

Editor: Rosalina Woso
KOMPAS/KARINA ISNA IRAWAN
Pengunjung berfoto sembari menikmati kecantikan alam lembah Gunung Sumbing di Sedengkleng Pass, Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (7/2/2017). Sedengkleng Pass dibuka untuk umum sejak Juni 2016. 

POS KUPANG.COM -- MELEPAS pandang dari lereng Sindoro, mata dan jiwa diteduhkan oleh hamparan hutan pinus, sawah, dan kebun tembakau di antara lekuk-lekuk bukit.

Meski terlihat kendaraan yang lalu lalang di jalur tengah Jawa Tengah, dari kejauhan tak terdengar suara bising. Di antara Gunung Sindoro dan Sumbing, waktu seperti melambat, saatnya kita rehat sejenak.

Denis Wahyudi (21) memarkir sepeda motor matiknya, melepas helm, lalu turun dari kendaraan.

Setelah menggerak-gerakkan badan, dia dan dua orang temannya bergegas memesan teh hangat, kopi, dan tempe kemul di salah satu warung di kompleks Wisata Alam Posong. Menunggu beberapa saat, pesanannya tersaji di meja kayu.

"Tempatnya pas buat istirahat. Santai sebentar sebelum nglanjutin perjalanan," ujar Denis, Kamis (9/2/2017), dalam perjalanan dari Purwokerto menuju Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu mengatakan baru pertama kali mengunjungi destinasi wisata Posong.

Sebelumnya, dia hanya mendengar tempat itu dari beberapa temannya yang pernah singgah. Selain tentunya dari foto-foto di media sosial tentang obyek alam di tepi jalur tengah Jateng tersebut.

Tiga sekawan itu lantas melanjutkan obrolan santai mereka sambil mengunyah tempe berbalut adonan tepung dan kucai yang masih mengepulkan asap hangat.

Mereka bertiga berswafoto bersama dari lokasi khusus yang telah disediakan dengan latar belakang hamparan lembah Sindoro-Sumbing.

Lokasi Wisata Alam Posong di Desa Tlahab, Kecamatan Kedung, Temanggung, memang terbilang strategis. Tepat di sisi utara jalur penghubung Wonosobo-Temanggung yang berkelok.

Dari gardu pembelian tiket di dekat jalan utama, pengunjung hanya perlu menempuh 3,5 kilometer lagi hingga sampai di obyek yang dikelola warga dan pemerintah desa setempat itu.

Perjalanan melintasi kebun kopi dan tembakau pun nyaman dengan jalan lebar dan berlapis batu makadam.

Pengelola Wisata Alam Posong, Zuniyanto, mengisahkan, destinasi wisata seluas 1,2 hektar itu dikembangkan pemuda setempat mulai 2010.

"Sejak dulu Posong menyimpan potensi wisata. Untuk itu, setelah berembuk dengan kepala desa, kami sepakat mengembangkan lokasi ini secara bertahap," ujarnya.

Nurziyo, pengelola Wisata Alam Posong yang lain, menuturkan, pemerintah desa berinisiatif mengajukan anggaran Rp 9 miliar ke pemerintah kabupaten mesti hanya disetujui Rp 5 miliar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved