Minggu, 26 April 2026

Raja Salman Jadi Incaran Teroris

Raja Salman mengunjungi Malaysia pada 26 Februari sebagai bagian tur selama sebulan ke Asia.

Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang/ant
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) 

POS KUPANG.COM -  Malaysia hari ini mengungkapkan bahwa tujuh militan telah ditangkap akhir bulan lalu menjelang kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi. Ketujuh orang berencana menyerang keluarga kerajaan Arab Saudi.

Raja Salman mengunjungi Malaysia pada 26 Februari sebagai bagian tur selama sebulan ke Asia.

"Mereka tadinya berencana menyerang keluarga kerajaan Arab sepanjang kunjungannya ke Kuala Lumpur. Kami menangkap mereka tepat waktu," kata Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

Dua dari ketujuh orang itu berencana melancarkan serangan skala besar dengan menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi memuat banyak bahan peledak.

Minggu pekan lalu, Malaysia mengumumkan telah menangkap seorang warga Malaysia dan enam orang asing yang terdiri dari seorang WNI, empat orang Yaman dan seorang Asia Timur, antara 21 dan 26 Februari karena disangka berkaitan dengan kelompok-kelompok militan, termasuk ISIS.

Dalam beberapa tahun terakhir ini Malaysia telah menangkap ratusan orang karena diduga ada kaitannya dengan kelompok-kelompok militan.

Baca: Anda Perlu Tahu Lima Destinasi Favorit di Nusa Dua Selama Raja Salman Menginap

Malaysia dalam keadaan waspada tingkat tinggi sejak pembom bunuh diri dan orang-orang bersenjata yang berkaitan dengan ISIS menyerang Jakarta pada Januari 2016.

Sebuah serangan granat ke sebuah bar di pinggir kota Kuala Lumpur Juni tahun silam telah melukai delapan orang. ISIS kemudian menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.

Raja Salman saat itu berada di Kuala Lumpur bersama delegasi yang terdiri dari 600 orang sebelum meninggalkan Malaysia menuju Indonesia, Rabu (1/2/2017).

Di Indonesia Raja Salman disambut dengan meriah, tidak hanya kalangan pejabat, tetapi juga masyarakat biasa, ingin melihat Raja Salman dari dekat.

Selama berada di Jakarta pula tidak pernah kedengaran kabar adanya teroris anggota ISIS yang diduga hendak menyerang Raja Salman dan keluarganya hingga dia tiba di Bali, Sabtu (4/3/2017).

Semua acaranya berjalan lancar dan aman-aman saja.

Baca: Raja Salman Perpanjang Liburannya di Bali, Istana Senang

Hingga kini Raja Salman dan keluarganya masih berlibur di Bali dan dijadwalkan akan kembali pada tanggal 12 Maret 2017.

Nasib WNI di Malaysia

Lebih lanjut, warga negara Indonesia bernama Anwar (27) ditangkap oleh otoritas Malaysia.

Warga Pandeglang, Banten diduga melakukan kegiatan komunikasi dengan kelompok ISIS.

Otoritas Malaysia menemukan percakapan telepon dan Facebook antara Anwar dengan anggota kelompok ISIS, serta menerima dana pemberangkatan Indonesia-Malaysia Rp 3 juta.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul menyatakan Anwar bergabung dengan kelompok ISIS lantaran dijanjikan fasilitas yang beragam.

Saat ini, Anwar telah mendapat pendampingan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Ia akan mengikuti proses hukum yang berlaku di Malaysia.

"Dia akan mengikuti proses hukum yang ada di Malaysia di mana di Malaysia itu pengacara harus dari Malaysia. Itu akan kita ikuti," tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah Anwar merupakan WNI yang ikut dalam rencana teror terhadap Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli dan juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir belum merespon saat dikonfirmasi lewat panggilan telepon dan pesan singkat. (*/Tribunwow.com/Dhika Intan N A)

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved