Rumah Tenun & Butik Ratu Promosikan Kain Tenun Ikat
Kain tenun ikan Sumba Barat Daya sudah go internasional ke Paris sebagai pusat fashion dunia.
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Gerardus Manyella
RASANYA belum lengkap jika datang ke Sumba Barat Daya (SBD) tapi belum mengunjungi Rumah Tenun & Butik Ratu. Letaknya di Kerobo, Jalan Trans Weetabula -Kodi. Anda hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit berkendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari Bandara Tambolaka.
Di sana Anda menemukan kain tenun ikat khas Sumba Barat Daya (SBD) yang dibuat secara tradisional, bernilai seni dan indah. Proses pembuatan produk warisan budaya khas Sumba di Kabupaten Sumba Barat Daya, ini melewati sejumlah proses yang memakan waktu hingga berbulan-bulan. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk menghasilkan sehelai kain tenun ikat, dimana hampir semua proses pembuatan kain ikat dilakukan secara tradisional dan manual serta menuntut ketekunan dan kesabaran tinggi.
Kurang lebih 20 tahapan selama hampir sebulan agar sebuah kain tenunan Sumba Barat Daya dapat memanjakan mata dan diapresiasi peminatnya dengan transaksi jual beli. Orang Sumba Barat Daya mampu membuktikan bahwa warisan nenek moyang berupa kemampuan menenun menghasilkan tenun ikat yang sangat agung.
Bahan -bahan yang digunakan dalam pembuatan kain tenun Sumba Barat Daya secara tradisional, yakni kapas pohon jacaranda memisahkan kapas dari bijinya, pemintal kapas menjadi benang, proses pewarnaan, mengikat motif, proses pengeringan selama seminggu dan proses menenun.
Pemilik Rumah Tenun & Butik Ratu, Ny. Ratu Wulla Talu,S.T yang didampingi sang suami yang adalah Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Talu,S.H, saat ditemui di Ro'o Luwa Resto & Cafe yang satu kesatuan dengan Rumah Tenun & Butik Ratu di Kerobo, Senin (20/2/2017) malam, menuturkan tenun ikat merupakan satu kesatuan hidup masyarakat Sumba Barat Daya dalam berpakaian. Corak warna dan motif berbeda-beda di setiap suku. Ada tiga suku besar di SBD, yakni Kodi, Wewewa dan Laura. Ketiga suku ini memiliki corak warna dan motif kain berbeda. Corak warna suku Kodi dominan hitam, Wewewa dan Laura berwarna-warni.
Motif kain tenun ikat Sumba Barat Daya biasanya bergambar bintang, ayam, mamoli, kuda, belah ketupat, mata kerbau,kupu- kupu, buaya, kura-kura, cecak, dan lain-lain. Setiap motif mempunyai makna dan filosofinya.
Menurut Ny. Ratu, momoli misalnya mencerminkan kesuburan perempuan, buaya mencerminkan keperkasaan pria dan kura- kura mencerminkan kesetiaan, ayam binatang yang mengingatkan waktu dan membangunkan manusia untuk bekerja dan lain-lain.
Semua corak warna dan motif tenun ikat dari tiga suku besar di SBD, ada di Rumah Tenun & Butik Ratu. Para wisatawan, baik manca negara maupun domestik yang berkunjung ke Sumba Barat Daya memilih kain tenun ikat sebagai souvenir yang menarik dan unik untuk oleh-oleh atau sekedar untuk tanda mata. Dan , semuanya bisa diperoleh di Rumah Tenun & Butik Ratu. Harganya pun dapat dijangkau, antara Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung kualitas kainnya.
Menurut Ny. Ratu, Rumah Tenun &Butik miliknya, cukup diminati. Di Rumah Tenun dan Butik ini, dirinya menampung semua hasil kerajinan tenun ikat ibu-ibu di desa untuk dipasarkan kepada setiap tamu yang berkunjung ke sana. Dirinya juga memasarkan kain tenun ikat ke Kupang, Denpasar, Surabaya, Jakarta bahkan Paris sebagai pusat fashion dunia.
Selain kain tenun ikat, juga terdapat berbagai souvenir dan manik-manik yang indah. Anda tinggal memilih sesuai selera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rumah-tenun-butik-ratu_20170227_124102.jpg)