Ratu Wulla Talu, ST Tenun Ikat Sumba
Berbekal kecerdasan dan kreativitas yang dimiliki ia pun terdorong melakukan sesuatu. Dia mengidentifikasi potensi apa yang patut dikembangkan agar ma
POS KUPANG.COM -- Naluri sebagai seorang ibu menggelora ketika dia melihat langsung kehidupan masyarakat pedesaan yang jauh tertinggal.
Berbekal kecerdasan dan kreativitas yang dimiliki ia pun terdorong melakukan sesuatu. Dia mengidentifikasi potensi apa yang patut dikembangkan agar masyarakat bangkit dari keterpurukan.
Itulah yang dikerjakan Ny.Ratu Wulla Talu,ST, istri Bupati Sumba Barat Daya (SBD) ,Markus Dairo Talu, SH. Saat ditemui di Ro'o Luwa Resto dan Cafe serta Rumah Tenun Butik Ratu di Kererobo,Desa Weelonda,Jalan Trans Kodi, Senin (20/2/2017).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBD itu melihat ibu-ibu di desa memiliki keterampilan di bidang tenun ikat. Namun, namun potensi itu belum dikembangkan agar bernilai ekonomi. Modal menjadi kendala tersendiri.
Ratu, demikian sapaan akrab ibu ini, menjadikan tenun ikat sebagai salah satu komoditi yang mendongkrak pendapatan keluarga petani di desa-desa. Maka alat tenun yang sudah lama gantung di kolong rumah diturunkan. Alat itu harus menghasilkan uang. Ibu Ratu tak kenal lelah masuk keluar kampung mendorong kaum ibu di SBD membantu suami memperbaiki ekonomi keluarga.
Prinsipnya kaum ibu harus punya pendapatan sendiri. Bagi yang tidak memiliki modal, Ibu Ratu membantu benang dan lainnya. Dia juga mendorong pembentukan kelompok tenun ikat di 173 desa. Dalam waktu tiga bulan ratusan lembar kain dengan berbagai motif beredar di pasar.
Mantan aktivis yang punya jiwa wirausaha ini cepat memikirkan pasar kain tenun ikat. Dirinya pun mendirikan Rumah Tenun dan Butik di Kerobo sebagai wadah menampung kain tenun ikat karya ibu-ibu di desa. Ibu Ratu mencari peluang pasar di Kota Kupang, Denpasar, Surabaya, Jakarta bahkan Paris. Agar ibu-ibu dari desa tidak pusing memasarkan kain tenunan, dia membeli dan menjual ke luar SBD.
"Saya langsung membeli di sini dan memasarkan ke luar.Ini untuk memudahkan mama-mama dari desa. Respon pasarnya bagus,bahkan sudah go international. Dengan cara ini ibu-ibu tidak mengeluh susah lagi.Mereka sudah bisa membantu suami menghasilkan uang. Mereka sudah bisa mengatasi kebutuhan rumah tangga dan menyisihkan untuk biaya pendidikan anak," tutur wanita kelahiran Waikabubak,12 Oktober 1979 ini. (gem)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ratu-wulla-talu-st_20170226_175826.jpg)