DPR RI Desak Presiden Jokowi Selesaikan Masalah Pencemaran Laut Timor

Kasus ini perlu dituntaskan dengan meminta pertanggungjawaban pemerintah Federal Australia dan PTTEP

DPR RI Desak Presiden Jokowi Selesaikan Masalah Pencemaran Laut Timor
Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas masalah penyelundupan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/1/2017). 

Laporan Wartawan Antara, Kornelis Kaha

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR-RI) mendesak pemerintahan Presiden Joko Widodo agar menerapkan diplomasi luar negeri yang tegas, efektif dan produktif terhadap Australia terkait dengan upaya penyelesaian pencemaran Laut Timor secara tuntas dan transparan.

"Kasus pencemaran Laut Timor akibat meledaknya kilang minyak Montara pada Agustus 2009, tidak bisa dipandang enteng, dan perlu dituntaskan oleh pemerintah dengan meminta pertanggungjawaban dari pemerintah Federal Australia dan perusahaan pencemar PTTEP," demikian pernyataan sikap DPR-RI yang diterima di Kupang.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh Ketua Komisi V DPR-RI Fary Djemy Francis dari Fraksi Gerindra, Syahrulan Pua Sawa dari FPAN, Sigit Sosiantomo dari FPKS, Wilan Wandik dari Fraksi Demokrat, Hamka B Kady dari Fraksi Golkar, Andi Iwan D dari Fraksi Gerindra, Ade Pratama dari Fraksi Gerindra, Syarif Abdullah dari Fraksi Nasdem, Nurhasan dan H Subarna dari Fraksi Gerindra.

Dalam pernyataan sikap yang dikirimkan pula kepada Ketua Tim Advokasi Korban Tumpahan Minyak Montara Ferdi Tanoni itu, DPR juga mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus pencemaran tersebut dari sisi hukum, ekonomi, sosial dan lingkungan, sehingga tidak berdampak negatif bagi hidup dan kehidupan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Di samping itu, DPR juga mendesak pemerintah agar lebih bersungguh-sungguh dalam mendukung perjuangan rakyat NTT yang menjadi korban pencemaran yang tengah memperjuangkan keadilan di Pengadilan Federal Australia melalui gugatan "class acion" kepada PTTEP.*

Editor: Agustinus Sape
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved