Kamis, 9 April 2026

Gencatan Senjata di Ukraina Timur Diberlakukan 20 Februari

Sungguh positif bahwa kelompok kontak (yang terdiri dari menteri luar negeri dari empat negara) sekali lagi menyetujui pelaksanaan gencatan senjata pa

Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang/Reuters
ILUSTRASI - Konvoi angkatan bersenjata Ukraina, termasuk kendaraan lapis baja, kendaraan militer, dan meriam, bersiap untuk keluar dari kawasan Debaltseve di Paraskoviyvka, Ukraina timur, Kamis (26/2/2015). (REUTERS/Gleb Garanich) 

POS KUPANG.COM - Gencatan senjata antara pemberontak pro-Rusia dan tentara Ukraina akan mulai berlaku di Ukraina timur pada Senin (20/1), kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang disepakati dalam konferensi keamanan di Munchen antara Ukraina, Rusia, Jerman dan Prancis, dia menyebut perjanjian itu "positif", tapi menekankan tidak ada "kemajuan besar" dalam pertemuan tersebut.

"Sungguh positif bahwa kelompok kontak (yang terdiri dari menteri luar negeri dari empat negara) sekali lagi menyetujui pelaksanaan gencatan senjata pada 20 Februari," kata Lavrov kepada wartawan Rusia di Munich, seperti dilaporkan AFP, Sabtu.

Perjanjian tersebut juga berkenaan dengan "dimulainya penarikan senjata berat" di Ukraina timur, imbuh menteri Rusia itu.

Pertemuan di Munchen bertujuan mengkaji sejauh mana pelaksanaan perjanjian yang dicapai oleh presiden dari keempat negara tersebut di Berlin pada Oktober, ujarnya.

"Kami mengamati belum ada kemajuan besar dalam hal hasil keputusan yang diambil di Berlin," keluhnya.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia yang sudah berlangsung hampir tiga tahun di Ukraina timur telah merenggut hampir 10.000 korban jiwa. Kiev dan para sekutu negara Baratnya mengklaim pemberontak mendapatkan dukungan militer Rusia, namun Moskow menyangkalnya, demikian AFP. (mr)

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved