Dikbud NTT Jangan Diam
Try out sebagai ajang pemanasan bagi siswa-siswi menjelang UN tahun 2017 ternyata bermasalah
SELURUH jajaran SMA dan SMK di NTT akan melakukan try out tanggal 26 - 28 Februari 2017. Try out sebagai ajang pemanasan bagi siswa-siswi menjelang Ujian Nasional (UN) tahun 2017 ini.
Ternyata, rencana pelaksanaan try out ini memiliki masalah. Sebab, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT menyerahkan sepehuhnya proses pengandaan materi try out kepada sekolah dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MK3S), Antonius Atok Tahuk, S.Pd saat ditemui, di Besikama, Rabu (15/2/2016) mengaku mengalami kesulitan karena dana BOS hingga saat ini belum dicairkan (Pos Kupang, Kamis, 16/2/2017).
Hal yang sama juga diakui Kepala Sekolah SMA swasta Rosari Besikama, Thomas Bere. Bahkan, Bere mengaku nantinya terpaksa harus berhutang demi untuk penggandaan soal try out. Masalah lainnya, tidak dilakukannya pengawasan silang dalam pelaksanaan try out tersebut. Artinya, guru-guru di sekolah bertindak sebagai pengawasan try out. Di sini hasil dari pelaksanaan try out patut diragukan.
Persoalan-persoalan tersebut masih ditingkat pelaksana, belum ditingkat peserta didik. Jadi persoalan pelaksanaan try out ternyata mengandung begitu banyak persoalan yang semestinya sudah semakin berkurang hari-hari ini karena sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
Kejadian seperti ini memprihatinkan karena tiap tahun selalu terjadi. Jajaran pendidikan di NTT masih saja berkutat dengan persoalan yang itu-itu saja dari tahun ke tahun. Padahal NTT memiliki niat untuk sedikit "naik kelas" dalam rangking kelulusan di tahun 2017 ini.
Selain itu, pengalihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari tingkat kabupaten/kota ke provinsi tidak serta merta menyelesaikan sejumlah masalah- masalah seperti ini. Apalagi, pada bulan Januari 2017 lalu semua guru-guru SMA/SMK "berteriak" karena belum menerima gaji. Hal ini belum tuntas dilakukan dan sekarang muncul lagi kasus baru.
Kita berharap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT mendengarkan dan segera bersikap terhadap persoalan yang dihadapi sekolah untuk try out ini. Apa yang diakui Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MK3S) sudah merupakan peringatan serius.
Kita yakin persoalan yang dialami sekolah-sekolah di Kabupaten Malaka juga terjadi di kabupaten lain di NTT.
Kita berharap Dinas Dikbud NTT tidak membiarkan sekolah-sekolah mengatasi persoalan pengandaan soal-soal try out dan masalah terkait lainnya diatasi sendiri oleh sekolah.
Dinas Dikbud NTT harus serius dan peduli terhadap masalah yang dihadapi SMA/SMK di NTT. Jangan bebankan sekolah, guru dan siswa dengan persoalan tersebut. Biarkan guru-guru konsentrasi menyiapkan anak didiknya mengikuti try out sehingga mereka berhasil demi prestasi dan nama NTT.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sma-katolik-geovani-adakan-try-out-online_20151214_103623.jpg)