Hengky Widjaja : Satu Simpatisan ISIS Asal Jakarta Diketahui Lulusan S-2 Australia

Lima orang sekeluarga yang diduga simpatisan organisasi teroris ISIS sudah menjalani pemeriksaan intensif

Editor: Rosalina Woso
Tribun Bali
I Nyoman Mahayasa Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja menunjukkan foto lima orang Warga Negera Indonesia yang diduga terlibat jaringan ISIS saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (26/1/2017). 

POS KUPANG.COM, DENPASAR -- Lima orang sekeluarga yang diduga simpatisan organisasi teroris ISIS sudah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim khusus di Polda Bali.

Lima orang itu adalah seorang pria berinisial TUAB (39); kemudian istrinya, NK (35); anak perempuan mereka, NAZ (13); anak lelaki berinisial MSU (7,5), dan anak berinisial MAU (4).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, di Mapolda Bali, Minggu (29/1/2017), menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, TUAB diketahui merupakan pria dengan latar belakang pendidikan tinggi.

Ia sempat tinggal selama beberapa waktu di Australia dan menempuh pendidikan magister (S-2) di Negeri Kanguru.

Sekembalinya ke Indonesia, kata AKBP Hengky, TUAB bekerja sebagai karyawan swasta.

"Dari informasi mereka, mereka ingin bergabung (ISIS) dengan kesadaran sendiri. Seperti diketahui, mereka adalah keluarga dengan latar belakang pendidikan yang cukup tinggi. Suami dapat pendidikan S-2 di Australia, tetapi kami belum tahu S-2 di Australia mana. Tidak disebutkan berapa lama dia di Australia. Kemudian salah satu anaknya juga lahir di Australia (Bedford Park). Kemudian mereka cukup biaya untuk membawa satu keluarga ke Turki, jadi mereka ke sana tidak ada paksaan dan tuntutan dari pihak lain ke Turki," urai Hengky.

Seperti dijelaskan, TUAB dan istrinya, NK, berangkat ke Turki atas dasar niat untuk bergabung dengan ISIS.

Selama 3 bulan sejak kedatangan mereka di Turki, keluarga ini hidup berpindah-pindah dari satu apartemen ke apartemen lain.

Mereka belum melakukan aktivitas yang berkaitan langsung dengan ISIS.

Kehadiran mereka kemudian terendus oleh lembaga otoritas keamanan Turki.

Mereka lalu ditahan dan menjalani pemeriksaan selama seminggu di sana sebelum dideportasi kembali ke Indonesia.

Dibawa ke Jakarta

Hengky menjelaskan, satu keluarga itu kemudian diberangkatkan ke Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (26/1/2017) siang.

Dengan dikawal oleh sejumlah anggota Densus 88 Antiteror, lima orang yang terdiri dari suami-istri dan tiga anak asal Jakarta itu menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-2601 melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Setelah menjalani pemeriksaan selama dua hari di Ditreskrimum Polda Bali oleh tim khusus yang terdiri dari reserse kriminal umum dan khusus, serta intel, satu keluarga itu diterbangkan ke Mabes Polri untuk kepentingan penyelidikan lebih mendalam. Berangkat dari Mapolda Bali sekitar pukul 11.40 Wita, mereka dikawal anggota Densus 88 Antiteror," kata Hengky.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved