Simak Dua Era di Gedung Candra Naya

- Selama ini Jalan Gajah Mada di kawasan Jakarta Barat, dikenal sebagai sentra kuliner, pusat perbelanjaan, hiburan malam

Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.com/SHEILA RESPATI
Gedung Candra Naya atau Rumah Mayor masih berdiri kokoh di antara apartemen dan pusat perbelanjaan megah di kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Gedung ini sudah berusia ratusan tahun dan dulunya dimiliki seorang pengusaha China sukses, Khouw Kim An yang kemudian diangkat sebagai Mayor oleh pemerintah Hindia Belanda. 

POS KUPANG.COM -- Selama ini Jalan Gajah Mada di kawasan Jakarta Barat, dikenal sebagai sentra kuliner, pusat perbelanjaan, hiburan malam, dan tempat berdirinya gedung-gedung hotel megah.

Tidak banyak yang tahu, di ruas jalan tersebut masih tersisa sebuah bangunan berusia ratusan tahun.

Sebuah rumah kuno bergaya China yang menjadi saksi sejarah hadirnya masyarakat Tionghoa di Indonesia. Rumah tersebut saat ini bernama Gedung Candranaya, atau sering disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Rumah Mayor. Lokasinya di Jalan Gajah Mada nomor 188.

Jika melongok ke aplikasi Google Maps, di lokasi tersebut tidak akan tersebut Rumah Mayor, atau Candranaya, melainkan Novotel Gajah Mada atau Green Central City.

Lokasi Gedung Candranaya memang berada di dalam area superblok Green Central City yang dibangun dan dikelola oleh pengembang PT Modernland Realty Tbk.

Rumah itu bersanding dengan area kuliner, Hotel Novotel, pusat perbelanjaan, apartemen, dan perkantoran modern yang ada di dalam superblok.

Gedung ini sudah berusia ratusan tahun dan dulunya dimiliki seorang pengusaha China sukses, Khouw Kim An yang kemudian diangkat sebagai Mayor oleh pemerintah Hindia Belanda.

Area rumah tersebut teduh karena saat ini berada di kaki-kaki apartemen dan gedung modern dalam kawasan superblok. Rumah ini terletak tidak jauh dari pintu masuk Novotel dan gerai covenient store 7 Eleven.

Sayap kiri dan kanan rumah tersebut kini dimanfaatkan sebagai area kuliner.

"Tanah ini dikembangkan menjadi superblok dan dikelola oleh PT Modernland Realty Tbk. Namun, masih di bawah supervisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Rumah Khouw Kim An juga masih dipertahankan karena merupakan cagar budaya," ujar Vivi Chai, Commercial Area Departement Head PT Modernland Realty Tbk.

Mengacu pada sebuah catatan yang terpasang di samping pintu gerbang utama, rumah tersebut dikatakan dibangun lebih kurang 200 tahun lalu yakni antara tahun 1806 atau 1867.

Disebut sebagai Rumah Mayor karena dulu rumah tersebut adalah kantor dan tempat tinggal Mayor Tionghoa Khouw Kim An. Jabatan Mayor diemban Khouw Kim An pada tahun 1910-1942.

Mayor adalah sebuah jabatan yang cukup prestisius dalam struktur pemerintahan Hindia Belanda. Jabatan itu menunjukkan bahwa tuan rumah tersebut berstatus sosial tinggi.

Namun, apakah ia yang membangun rumah tersebut, atau ia hanya mewarisi rumah tersebut dari sang ayah, Khouw Tjeng Tjoan? Masih abu-abu.

Gedung ini sudah berusia ratusan tahun dan dulunya dimiliki seorang pengusaha China sukses, Khouw Kim An yang kemudian diangkat sebagai Mayor oleh pemerintah Hindia Belanda.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved