Gabriel: Pengalihan Uang Beasiswa Ke Barang Sudah Sesuai Juknis
Kepala sekolah SD Inpres Umasukaer Kecamatan Malaka Tengah, Gabriel Seran Metak yang dikonfirmasi pos kupang terkait pengalihan beasiswa PIP dari uang
Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota
POS KUPANG.COM, BETUN -- Kepala sekolah SD Inpres Umasukaer Kecamatan Malaka Tengah, Gabriel Seran Metak yang dikonfirmasi pos kupang terkait pengalihan beasiswa PIP dari uang tunai ke dalam bentuk barang, menegaskan jika hal tersebut sudah sesuai juknis PIP.
Dirinya mengatakan, khusus 2017, beasiswa PIP memang tidak diberikan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk barang.
" Saya ingin menegaskan jika apa yang saya lakukan sudah sesuai juknis beasiswa PIP. Sebelum pembagian barang operasional sekolah untuk siswa ini juga sudah diadakan pertemuan dengan orang tua murid. Memang pada waktu itu ada yang menolak tetapi terakhir kesepakatan bersama jika beasiswa diberikan dalam bentuk barang," ungkap Gabriel saat ditemui pos kupang dikediamnya, Selasa (24/1/2017).
Dirinya sudah melakukan klarifikasi terkait pengaduan orang tua siswa tersebut kepada Dinas PKPO kabupaten malaka. Direncanakan hari ini ( Rabu, 25/1/2017) dirinya akan memasukkan laporan pertanggungjawaban keuangan kepada dinas.
" Besok saya akan masukkan semua kuitansi pembelian barang operasional ke dinas sehingga semua bisa jelas," tegasnya.
Disinggung terkait adanya barang yang rusak dan tidak sesuai ukuran tubuh siswa, Gabriel menegaskan barang tersebut sudah ditukar dengan yang baik. Dirinya menjelaskan jika ada seragam olaraga yang lama hal itu hanya kesalahan teknis pada saat pemaketan barang. Ia juga sudah bertemu dengan para orang tua siswa dan menjelaskan semuanya.
" Barang yang rusak seperti tas yang rosletingnya rusak sudah kami ganti. Se yang kebesaran juga sudah kami ganti. Pakaian seragam olaraga yang lama juga sudah kami ganti dengan yang baru," jelas pria yang sudah beruban ini.
Diberitakan pos kupang sebelumnya, Ratusan orang tua siswa-siswi SD Inpres Umasukaer Kecamatan Malaka Tengah mengelar aksi protes kepada kepala sekolah, Kamis (19/1/2017) di halaman sekolah. Aksi ini merupakan bentuk protes para orang tua karena dana bantuan BSM (Beasiswa miskin) oleh kepala sekolah SDI Umasukaer Gabriel Seran Metak secara sepihak membuat kebijakan mengalihkan beasiswa tersebut ke dalam peralatan sekolah.
Pasalnya, dana bantuan BSM tahun 2016 yang seharusnya diterima oleh siswa secara tunai, namun pada Rabu (18/1/2017) kepala sekolah telah melakukan pembagian dalam bentuk perlengkapan siswa seperti buku, peralatan tulis, tas, sepatu dan seragam olahraga.
Dimana sesuai dengan bukti perincian belanja yang diterima oleh orang tua siswa dinilai telah terjadi mark up harga karena perlengkapan yang di belanjakan sama dengan nilai uang BSM yang menjadi hak para siswa, sehingga tidak satu rupiah pun diterima oleh para siswa.