Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Polisi Gelar Penyuluhan Bahaya Paham Radikal

Penyuluhan Quick Win Program" tentang bahaya masuknya paham radikalisme menggunakan media elektronik yang berada di mobil penyuluhan Satuan Binmas Pol

Editor: Ferry Ndoen
(ANTARA/Puspa Perwitasari)
RDP BNPT- Komisi III. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menjawab pertanyaan anggota Komisi III dalam Rapat Dengar Pendapat di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2016). Rapat tersebut membahas program prioritas dan target kinerja BNPT dalam mengungkap jaringan organisasi terorisme serta pencegahan terhadap masuknya paham radikalisme. 

POS KUPANG.COM -  Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Gorontalo menggelar penyuluhan Quick Win Program" tentang bahaya masuknya paham radikalisme kepada pelajar, Selasa.

Selain itu kegiatan yang digelar di SMP Negeri 1 Telaga Biru tersebut juga memberikan pengetahuan kepada pelajar mengenai bahaya masuknya paham anti Pancasila di wilayah hukum Polres Gorontalo.

"Kegiatan tersebut diikuti dengan baik oleh para siswa, dan berjalan dengan tertib dan lancar," kata Kabid Humas Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ary Donny Setiawan.

Penyuluhan Quick Win Program" tentang bahaya masuknya paham radikalisme menggunakan media elektronik yang berada di mobil penyuluhan Satuan Binmas Polres Gorontalo.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Gorontalo, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Nasrun Fahmi mengatakan bahwa pihaknya akan menjadikan sekolah sebagai basis anti kejahatan.

Kejahatan yang dimaksud seperti narkoba, radikalisme pro kekerasan serta intoleransi dan bentuk kejahatan lainnya.

"Pada tahun 2017 ini kita melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk mengantisipasi penyebaran isu radikal yang banyak disebarkan melalui media sosial," kata Kombes Nasrun.

Menurutnya, radikalisme, narkoba dan tindakan kejahatan lainnya, ingin menghancurkan negara, dengan sasaran kelompok pelajar dan mahasiswa, yang masih gampang dipengaruhi.
Editor: B Kunto Wibisono

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved