Meski Harga Cabai Naik, Masyarakat Kupang Tetap Beli Cabai

"Kalo ini Lombok dari Rote. Harga naik pasti karena hujan lombok rusak. Tanam lombok dan tomat kalau musim hujan pasti busuk," tuturnya.

Meski Harga Cabai Naik, Masyarakat Kupang Tetap Beli Cabai
Pos Kupang/ Yeni Rachmawati
LAYANI PEMBELI-Pedagang Cabai, Gebi sedang melayani pembeli cabai di Pasar Kasih Naikoten 1, Senin (16/1/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG--Kenaikan cabai merah juga dikeluhkan Pedagang Cabai di Pasar Kasih Naikoten 1, Moses.

Moses mengatakan harga cabai menjadi Rp 120.000 baru saja naik beberapa hari lalu. Awalnya naik Rp 100.000 sudah sejak Desember.

Normalnya harga cabai biasa ia jual dengan Rp 30.000 per kilogram, tapi kali ini harga cabai naik drastis.

"Kalo ini Lombok dari Rote. Harga naik pasti karena hujan lombok rusak. Tanam lombok dan tomat kalau musim hujan pasti busuk," tuturnya.

Tiga hari yang lalu, Moses pasok 20 kilogram cabai merah. Namun, hari ini sudah tersisa enam hingga tujuh kilogram.

Meskipun harganya naik per kilogramnya, tetapi masyarakat masih membeli cabai dengan harga Rp 5.000 dan Rp 10.000 yang sudah diukurnya. Jumlahnya memang tidak banyak tetapi tetap dibeli masyarakat.

Kenaikan harga cabai merah juga dikeluhkan Gebi. Salah satu pedagang cabai merah yang juga berjualan di Pasar Kasih Naikoten 1.

"Kalo Lombok ini dari rote tapi ambil di pasar sini. Harga naik sudah dari bulan Desember. Kalau murah saja, saya pernah jual dengan Rp 15.000 per kilogram. Kayaknya mau naik lagi Rp 10.000 jadi Rp 130.000 per kilogram," katanya.

Menurutnya, lelang cabai yang dilakukan salah satu instansi di depan Pasar Inpres kemarin begitu merugikan penjual di dalam pasar. Pasalnya cabai yang dilelang dijual dengan harga Rp 30.000 per ½ kilogram. Sedangkan di dalam pasar di julan Rp 60.000 per ½ kilogram.

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved