Ivan Nestorman Bilang Ini Flores Bung

Ivan Nestorman ikut memperkaya khazanah musik di Indonesia dengan lagu berbahasa Manggarai serta musik serapan dari musik etnis

Ivan Nestorman Bilang Ini Flores Bung
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ivan Nestorman 

POS KUPANG.COM, JAKARTA- Ivan Nestorman ikut memperkaya khazanah musik di Indonesia dengan lagu berbahasa Manggarai serta musik serapan dari musik etnis di Nusa Tengara Timur. Rasa khas "Flores" ia nyanyikan sebagai bagian dari wajah budaya Indonesia.

Suasana pesta rakyat terasa di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah Selatan, Kamis (22/12) malam. Saat itu sedang digelar program Musik Kamisan dengan tajuk "The Sound of Flores", menampilkan Ivan Nestorman dan kawan-kawan.

Pria kelahiran Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu bernyanyi dalam bahasa Manggarai. Ia mengajak kawan-kawannya, drummer Gilang Ramadhan, gitaris Donny Suhendra, basis Adi Darmawan, dan seniman suling Saat Syah.

Pada pengujung acara, puluhan orang, baik tua, muda, maupun anak-anak, menari Ja'i, tarian pergaulan dari Ngada, kemudian bersambung dengan tari Dolo-dolo dari Flores Timur, NTT. Di antara yang asyik menari itu tampak Shahnaz Haque dan suaminya, Gilang Ramadhan. Mereka tampak begitu menikmati tarian seiring lagu "Mogi" dan "Lui" yang dibawakan Ivan dan kawan-kawan.

Suasana "Flores" terasa lewat musik, tari, dan kostum yang dikenakan hadirin. Ada yang mengenakan sarung, kain, dan selendang khas NTT, bahkan ada yang mengenakan topi ti'ilangga yang terbuat dari daun pohon lontar.

Bahasa Manggarai yang digunakan Ivan dalam lirik lagunya menjadikan suasana Flores makin terasa.

Bahasa Manggarai

Sudah 25 tahun ini Ivan setia dengan pilihan menggunakan bahasa Manggarai sebagai lirik lagunya. Dia punya misi untuk merawat bahasa ibu sebagai bagian dari kekayaan budaya di Indonesia. Dengan menggunakan bahasa Manggarai ia berharap orang mengenal kultur Flores sebagai bagian dari Indonesia.

Bahasa Manggarai "hanya" digunakan di tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur, yaitu Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Jumlah penduduk di tiga kabupaten tersebut kurang dari satu juta jiwa. Relatif sedikit jika jumlah pengguna bahasa dijadikan sebagai target pasar untuk musik Ivan. Orang Maumere yang berada di satu pulau Flores pun tidak memahami bahasa Manggarai.

Namun, bagi Ivan, musik tidak hanya dinikmati dari aspek makna verbal, atau arti harfiah dari lirik-lirik lagu. Nyatanya dalam pergelaran Maumere Jazz Fiesta Flores di Maumere, September lalu, orang-orang Maumere berdansa-dansi menikmati lagu-lagu Ivan.

Halaman
123
Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved