Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Empat Fakta Dibalik Aksi FPI di Surabaya

Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) Surabaya mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan, Minggu (18/12/2016).

Editor: Alfred Dama
Surya/Fatkul Alamy
Polrestabes Surabaya mengawal ketat aksi yang akan dilakukan Front Pembela Islam (FPI) ke mal-mal dan pusat perbelanjaan di Surabaya, Minggu (18/12/2016) siang. SURYA/FATKUL ALAMY 

POS KUPANG.COM -- Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) Surabaya mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan, Minggu (18/12/2016).

Mereka menyuarakan himbauan kepada pengelola ataupun pimpinan pusat perbelanjaan tersebut agar tak memaksakan karyawan muslim untuk mengenakan atribut Natal.

Hal itu mereka lakukan menyusul keluarnya Fatwa MUI No 56/2016 tentang Hukum Penggunaan Atribut Keagamaan Nonmuslim di mal-mal dan pusat perbelanjaan, terutama atribut Natal.

Aksi itupun mendapatkan pengawalan dari Polrestabes Surabaya.

Seperti yang dilaporkan wartawan Surya (Tribunnews.com network), Fatkhul Alamy, Ratusan polisi dari Satbara, Dalmas Polrestabes Surabaya dan dibantu Brimob Polda Jatim diterjunkan dalam aksi FPI Surabaya ini.

Berikut Tribunnews merangkum empat fakta dibalik aksi FPI tersebut:

1.Bukan sweeping tapi Pawai Taaruf

Perwakilan FPI Surabaya memastikan bahwa mereka datang dengan baik-baik dan tidak anarkis.

Hal itu turut diamini, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal yang turut mengawal aksi.

M Iqbal menegaskan aksi yang dilakukan FPI) bukanlah sweeping.

Massa FPI menggelar pawai ta'aruf guna mensosialisasikan Fatwa MUI No 56/2016 tentang Hukum Penggunaan Atribut Keagamaan Nonmuslim di mal-mal dan pusat perbelanjaan, terutama atribut Natal.

"Aksi yang dilakukan teman-teman FPI bukan sweeping. Mereka mendatangi mal atau pusat perbelanjaan untuk sosialisasi Fatwa MUI no 56/2016," sebut Iqbal, Minggu (18/12/2016).

2. Pertama sambangi Pasar Atum Surabaya

Sebelum mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan yang ada di Surabaya, anggota FPI pertama kali mendatangi Pasar Atum untuk menyampaikan Fatwa MUI tersebut.

Mereka berkumpul di masjid Kemayoran Jl Indrapura Surabaya, massa Front Pembela Islam lalu bergerak ke pusat perbelanjaan tersebut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved