PHRI Nagekeo Terbentuk

Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia Cabang Nagekeo terbentuk. Isidorus Goa secara aklamasi dipercayakan memimpin organisasi yang menaungi para pe

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Alfred Dama
FOTO PK/ ADIANA AHMAD
Bupati Nagekeo, Elias Djo (kedua dari kiri), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTT, Drs. Ndona Andreas Corsini (kedua dari kanan), Wakil Ketua Bidang Organisasi PHRI NTT, Leonardus Arkian (kanan), dan konsultan dari swiss contac, Kamaludin (kiri) pada pembentukan PHRI Nagekeo di Aula Penginapan Terus Jaya Mbay, Rabu (14/12/2016). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia Cabang Nagekeo terbentuk. Isidorus Goa secara aklamasi dipercayakan memimpin organisasi yang menaungi para pengusaha hotel dan restoran di Nagekeo tersebut untuk masa bakti lima tahun ke depan.

PHRI Nagekeo terbentuk melalui pertemuan para pengusaha hotel dan restoran di Aula Penginapan Terus Jaya Mbay, Rabu (14/12/2016).

Dalam pertemuan yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nagekeo itu, juga ditunjuk Fortunatus Naga sebagai sekretaris untuk mendampingi Dorus Goa.

Bupati Nagekeo, Elias Djo dalam sambutannya, mengatakan, pariwisata telah menjadi sektor unggulan baim secara nasional maupun daerah sehingga mendorong setiap daerah berlomba-lomba memanfaatkan dan mengembangkan potensi pariwisata baik alam maupun wisata budaya agar mempunyai nilai jual.

Elias mengatakan, Nagekeo sesungguhnya memiliki potensi pariwisata yang variatif dan beraneka ragam seperti wisata alam dan wisata budaya.

Elias mengungkapkan, meskipun Nagekeo tidak memiliki maskot pariwisata yang terkenal seperti Ende dengan Kelimutu, Riung dengan Tujuh Belas Pulau-nya, namun Nagekeo sesungguhnya bisa menjadi deatinaai pariwisata untuk tujuan wisata tersebut.

Dikatakan Elias, dengan letak Nagekeo yang cukup strategis, alam dan budaya Nagekeo harus bisa dijhal kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Elias mengatakan, kemajuan pariwisata dalam suatu wilayah bergantung pada mekanisme dan strategi pengembangan pariwisata untuk menumbuhkan minat berkunjung para wisatawan.

"Saya menyadari untuk mengembangkan pariwisata di daerah ini perlu keterlibatan secara serius berbagai sektor," kata Elias.

Menjual pariwisata Nagekeo yang nilai jualnya belum setinggi daerah lain, kata Elias, memang membutuhkan pengelolaan yang profesional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat dengan segenap peran dan fungsinya masing-masing.

Karena itu, lanjut Elias, kehadiran PHRI di Nagekeo sangat dibutuhkan mengingat pertumbuhan usaha hotel dan restoran di Kabupaten Nagekeo cukup pesat.

"Saat ini sudah 12 hotel dan 24 rumah makan. Karena itu butuh sebuah wadah untuk menaungi para pengusaha yang bergerak di sektor tersebut," katanya.*

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved