Lebih dari 10.000 Warga Melarikan Diri dari Aleppo Timur

Sekitar 130.000 warga sipil mengungsi sejak pasukan rezim melancarkan sebuah serangan untuk merebut kembali wilayah timur

Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang/Reuters
Orang-orang memeriksa kerusakan di lokasi setelah terkena meriam yang ditembakkan oleh pemberontak di wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah di Aleppo, Suriah, dalam foto yang disediakan oleh SANA, Senin (11/7/2016). (SANA/Handout via REUTERS) 

POS KUPANG.COM - Lebih dari 10.000 warga sipil telah melarikan diri dari timur Aleppo dalam 24 jam terakhir saat distrik dari kota tersebut dikuasai oleh pemerintah Suriah, ungkap sebuah lembaga pengawas pada Senin (12/12).

Sekitar 130.000 warga sipil mengungsi sejak pasukan rezim melancarkan sebuah serangan untuk merebut kembali wilayah timur yang dikuasai pemberontak pada pertengahan November, kata Observatorium Suriah untuk HAM.

Pasukan pro-pemerintah pada Senin merebut distrik Sheikh Saeed, Aleppo, membuat mereka mengendalikan 90 persen dari wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan pemberontak, ungkap kelompok yang berbasis di Inggris tersebut.

Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan bahwa serangan tersebut membuat beberapa lingkungan di medan perang kota utara itu kosong.

Kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo telah terpecah sejak 2012 antara wilayah pasukan pemerintah di barat dan pasukan pemberontak di timur, seperti dikutip dari laporan AFP.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved