Acara Pengumpulan Dana Pembangunan Rumah Pastori Sinode GMIT
Pihak panitia menggelar acara pengumpulan dana bagi pengembangan pembangunan rumah pastori Sinode GMIT, Senin (12/12/2016) malam.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pihak panitia menggelar acara pengumpulan dana bagi pengembangan pembangunan rumah pastori Sinode GMIT, Senin (12/12/2016) malam.
Terungkap, panitia membutuhkan dana sekitar Rp 240 juta untuk pekerjaan finishing pagar dan penataan taman.
Rumah pastori Sinode GMIT beralamat di wilayah TDM, Kota Kupang tepatnya berhadapan dengan kompleks perumahan BPK Perwakilan NTT.
Di kawasan rumah pastori ini sudah dibangun Rumah Jabatan Ketua Sinode GMIT. Hanya saja penataan taman belum bagus sehingga perlu dikembangkan lagi.
Ketua Panitia Pembangunan Rumah Pastori Sinode GMIT, Fary Francis yang juga ketua Komisi V DPR RI dalam laporannya, mengatakan, di lokasi kawasan rumah pastori akan dibangun lagi empat rumah bagi sekretaris dan para wakil ketua Sinode GMIT. Sehingga semua pimpinan Sinode GMIT akan tinggal dalam rumah jabatan yang ada dalam satu kawasan.
Namun demikian, kata Fary Francis, yang paling utama untuk saat ini adalah pekerjaan finishing pagar keliling dan pekerjaan taman. Setelah selesai finishing pagar dan penataan taman baru dilanjutkan dengan pembangunan empat rumah berikutnya untuk sekretaris dan para wakil ketua Sinode GMIT.
"Khusus untuk penataan taman kita membutuhkan dana sekitar Rp150 juta. Sementara untuk finishing pagar membutuhkan sekitar Rp 90 juta. Sehingga total yang dibutukan saat ini sebesar Rp 240 juta. Setelah itu nanti baru kita pikirkan dana untuk pembangunan empat rumah berikutnya," kata Fary Francis.
Untuk mengumpulkan dana, kata Fary Francis, digelar acara malam pengumpulan dana tersebut. Dalam acara tersebut akan dilakukan lelang lagu yang diawali dengan penampilan suara emas Kadis Navigasi Pelabuhan Tenau Kupang bernama pak Paulus yang juga termasuk Jemaat Gereja Ebenhaeser Oeba.
Selanjitnya lelang lagu dan suara emas dari salah satu pejabat Kementrian PU bernama Pak Nunung dan beberapa orang lainnya.
Dirinya sebagai ketua panitia, kata Fary Francis, juga akan melelangkan lagu dan suara emasnya. Acara lelang lagu akan ditutup dengan penampilan lelang lagu dan suara emas dari Ketua Sinode GMIT, Pdt Merry Kolimon.
Sementara Ketua Sinode GMIT, Pdt Mery Kolimon dalam sambutannya mengatakan, sebelum diserahkan mandat kepada panitia pembangunan yang baru, pembangunan rumah pastori Sinode GMIT ditangani panitia dari Gereja Jemaat Ebenhaeser Oeba. Karena itu sebagai ketua Sinode GMIT ia mengucapkan terima kasih kepada panitia yang lama dan jemaat Gereja Ebenhaeser Oeba.
"Umat selalu berusaha memberi yang terbaik bagi kita para pendeta sebagai pelayan. Walau mereka susah, rumah pastori selalu dibuat yang terbaik. Ini tanda cinta jemaat kepada Tuhan yang ditunjukan melalui penghormatan kepada pelayan gereja. Ini utang pelayan gereja kepada jemaat," kata Mery Kolimon.
Pembangunan rumah jabatan Ketua Sinode GMIT yang tampak megah, kata Mery Kolinom, membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar lebih. Tetapi karena bantuan jemaat, pembangunan rumah jabatan Ketua Sinode GMIT bisa rampung dengan dana Rp 800 juta lebih.
Karena itu, kata Mery Kolimon, pihaknya berharap pengembangan pembangunan rumah pastori setelah pembangunan rumah jabatan Ketua Sinode GMIT bisa berjalan baik. Selain bersyukut dan memohon doa, kompleks rumah jabatan juga disebut rumah pastori.