Minggu, 26 April 2026

Angin Kencang Rubuhkan SDI Leda, Sekolah Masih Sulit Lakukan KBM

Angin kencang disertai hujan lebat merubuhkan tiga ruangan kelas SDI Leda, Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Senin (21/

Editor: Alfred Dama
Ist
Bangunan SDI Leda, Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang rubuh, Senin (21/11/2016) sore. 

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Angin kencang disertai hujan lebat merubuhkan tiga ruangan kelas SDI Leda, Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Senin (21/11/2016) sore pukul 17.00 Wita.

Tiga ruangan kelas yang rubuh, yakni ruangan kelas satu, dua dan tiga. Semua ruangan kelas tersebut dikerjakan empat tahun lalu oleh orangtua murid secara darurat.

"Tiga ruangan kelas itu merupakan bangunan darurat yang dibangun empat tahun lalu oleh orangtua murid di Desa Pangga. Dibangun mengunakan kayu dan berdinding bambu. Bangunan itu memang sudah tidak layak lagi digunakan tetapi karena keterbatasan ruangan kelas terpaksa kami tetap menggunakannya selama ini," kata Kepala SDI Leda, Fransiskus Arson, kepada wartawan, Selasa (22/11/2016).

Dikatakannya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena kejadiannya sore hari saat semua murid sudah pulang sekolah. Namun pihak sekolah saat ini masih kesulitan melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi murid-murid di tiga ruangan kelas tersebut.

Selain rubuhnya tiga ruangan kelas itu, sebagian besar bangku, kursi dan meja di dalamnya ikut berantakan dan tidak bisa digunakan lagi.

"Untuk KBM beberapa bulan ke depan terpaksa semua murid di tiga kelas itu digabungkan dalam satu ruangan yang dibangun beberapa bulan lalu. Berdasarkan hasil rapat dengan orangtua murid, ruangan yang rubuh itu dibangun lagi jika cuaca normal kembali," kata Fransiskus.

Hujan lebat disertai angin kencang di wilayah itu sudah berlangsung selama satu minggu terakhir. Menurut Fransiskus, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu kepada pemerintah dalam hal ini Dinas PPO Mabar dan DPRD Mabar.

Kepala Dinas PPO Mabar, Marten Magol mengatakan, dirinya sudah mengetahui kejadian itu dari salah satu anggota DPRD Mabar.

"Belum ada rapat resmi di Dinas PPO Mabar untuk membahas bantuan kepada sekolah itu. Apalagi saat ini masih bahas anggaran di DPRD. Kami belum tahu, apakah ada anggaran untuk pembangunan tambahan ruangan kelas di SDI Leda untuk tahun 2017 atau tidak karena sedang bahas di DPRD,'' kata Magol.

Anggota DPRD Mabar, Marselinus Jeramun, meminta Dinas PPO dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mabar untuk segera turun langsung memantau sekolah tersebut. Dia meminta kedua instansi itu berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada sekolah tersebut. (ser)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved