Ahok: Memang Buni Yani Tidak Edit Videonya Tapi Ditranskripnya Dia Nipu

Dia sempat menyinggung surat Al Maidah pada sambutannya. Video saat berkunjung itu, menjadi viral di sosial media.

Editor: Alfred Dama
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa Bareskrim Mabes Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/11/2016). Ahok diperiksa Bareskrim Mabes Polri selama 9 jam terkait dugaan penistaan agama yang dituduhkan pada dirinya. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merasa ucapannya di Kepulauan Seribu ditranskrip oleh Buni Yani secara tak utuh.

Ahok berdialog dengan warga di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

Dia sempat menyinggung surat Al Maidah pada sambutannya. Video saat berkunjung itu, menjadi viral di sosial media.

Terutama, setelah pria bernama Buni Yani yang menghilangkan kata 'pakai' dalam tulisannya.

Video yang di-posting Buni Yani itu, tersebar luas ke netizen. Hingga menjadi akar dari permasalahan tafsir Surat Al Maidah 51.

Dan disebut-sebut sebagai pemicu aksi unjuk rasa pada Jumat, 4 November lalu.

Ahok menganggap, video yang diunggah Buni Yani itu telah membuat kegaduhan dan amat berbahaya karena telah menjadi konsumsi publik.

Meski tak mengubah video, tapi transkrip oleh Buni Yani, dinilai Ahok berbahaya.

"Memang, dia (Buni Yani) tidak edit videonya tapi ditranskripnya dia nipu. Ditranskrip, dia tulis apa, ini akan berbahaya," ucap Ahok di Petojo, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016).

Ahok menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan proses hukum kepada Buni Yani.

Dia  enggan berdebat terkait permasalahan tersebut

"Saya kira urusan dia, biar polisi yang proses. Tidak usah berdebat kita," ucap Ahok.

Diketahui, menurut keterangan kuasa hukumnya, Buni Yani pada Kamis 5 Oktober malam lalu pulang ke rumah dan membuka Facebook.

Buni Yani melalui halaman Facebook-nya, melihat tautan dari akun Media NKRI soal video Ahok di Kepulauan Seribu.

Di video itu ada tulisan pengantar 'Ahok mengatakan ada kebohongan pada Al Maidah Ayat 51, bagaimana menurut Anda?'.

Buni Yani mengunggah ulang video itu di Facebook-nya dan menambahkan caption atau keterangan.

"Penistaan terhadap agama?

"Bapak-ibu (pemilih muslim)...dibohongi Surat Al Maidah"...(dan) masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi,"

"Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini." demikian tulis Buni Yani.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved