Senin, 13 April 2026

300 Calon Kades Seleksi Wawancara di Kabupaten Malaka

Stefanus Kehi, calon Kades Wesei, Kecamatan Weliman mengaku optimis lolos ujian seleksi maupun tertulis. Dirinya merupakan calon petahana. Dia mengaku

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak calok kepala desa (kiri) sedang diwawancara oleh panitia dalam seleksi wawancara di aula kantor bupati malaka 

POS KUPANG.COM, BETUN- -Para calon kepala desa (cakades) mengikuti seleksi wawancara, Senin (7/11/2016) di Kantor Bupati Malaka. Mereka optimis akan lulus. Cakades mengaku tak ada persiapan khusus mengikuti seleksi tertulis maupun wawancara.

Stefanus Kehi, calon Kades Wesei, Kecamatan Weliman mengaku optimis lolos ujian seleksi maupun tertulis. Dirinya merupakan calon petahana. Dia mengaku bahan ujian tertulis maupun wawancara tak jauh berbeda seputar pemerintah desa.

"Ada lima pertanyaan ditanyakan kepada saya diiantaranya soal pemerintahan desa, pengelolaan dana desa, pemberdayaan masyarakat dan kiat saya menyukseskan program revolusi pertanian. Semuanya menjadi "makan minum" (hal biasa, red) selama saya menjabat kepala desa dulu. Oleh sebab itu, saya optimis akan lulus dalam seleksi," ujarnya tegas.

Hal senada diungkapkan calon kepala desa Lakekung, Checilia Valeriana Udu. Dirinya mengaku bisa menjawab seluruh pertanyaan dengan baik saat wawancara.

" Ada tujuh pertanyaan ditanyakan kepada saya termasuk visi dan misi saya. Visi misi saya selaras dengan program Pemkab Malaka. Jadi saya optimis lolos," ungkap wanita yang bersaing dengan enam calonnya dalam pilkades Lakekung.

Sekda Malaka, Donatus Bere mengatakan, panitia seleksi berusaha agar seleksi wawancara dilakukan dalam sehari. Usai wawancara, panitia seleksi akan mengadakan rapat untuk membahas hasil seleksi tertulis dan wawancara. Usai rapat, hasilnya akan disodorkan kepada bupati sebelum diumumkan.

"Jika desa yang nilai calonya di bawah 60 maka menjadi kewenangan bupati untuk menentukan mana yang lulus. Faktor pengalaman bekerja di bidang pemerintahan atau LSM menjadi pertimbangan. Pengumuman akan ditempel dengan nilai sehingga semua bisa tahu kemampuannya," ungkap bere.

Diberitakan sebelumnya, Sekda Malaka Don Bere yang juga ketua panitia pilkades tingkat kabupaten menjamin soal ujian tertulis seleksi calon kepala desa tak ada yang bocor.

Dirinya langsung turun tangan menentukan 11 soal essay dalam ujian tertulist. Ujian tertulis seleksi calon kepala berlangsung Jumat (4/11/2016) di SD Bakateu. (din)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved