Reuni SDK Putra Putri dan Don Bosko

Panitia Undang Jokowi, NTT Punya Aneka Olahraga Tradisional dan Olahraga Rekreasi

Reuni akbar yang kita agendakan tahun depan saya akan undang Presiden RI Bapak Jokowi untuk hadir di tengah kita, sambung Enny mengakhiri pesannya

Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Mantana Kepala SDK Putra Kupang, Frans Nuka memberi sambutan pada acara reuni para alumni SDK Putra dan Putri serta SDK Don Bosko Kupang, di halaman kompleks sekolah katolik, di Kelurahan Merdeka, Kupang, Sabtu (29/10/2016) pagi 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG -  Reuni telah berakhir.Namun rasa haru dalam nuansa kebersamaan walau hanya berlangsung dua hari namu sangat membekas.

Yang menarik dari pesta reuni SDK Putra dan Putri serta SDK Don Bosko Kupang ini menurut Enny Anggrek ketua panitia pelaksana yang juga politisi PDIP Kabupaten Alor, yakni saat reuni kita kembali menjadi anak-anak yang polos tanpa beban.

"Kita tertawa, bernostalgia dan catat ini reuni pertama di Indonesia bahkan dunia, dimana para siswa berbaur dengan alumni yang sudah kakek dan nenek," kata Eni.

Reuni akbar yang kita agendakan tahun depan saya akan undang Presiden RI Bapak Jokowi untuk hadir di tengah kita, sambung Enny mengakhiri pesannya kepada sahabat-sahabatnya.

Dalam reuni ini disamping bernostalgia kita juga berolahraga, memperkenalkan olahraga/permainan tradisional kepada masyarakat yang sudah nyaris terlupakan.

Kita lihat Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang dilaksanakan di Bumi Parahyangan, Jawa Barat belum lama ini, cuma dampak sesaat daerah hanya mendapat keuntungan peninggalan infrastruktur dan setelah itu banyak yang terbengkalai karena ketiadaan anggaran untuk memelihara.

Pada PON kali lalu kontingen NTT menempati urutan ke 18 dengan 7 emas, 7 perak dan 9 perunggu. Pekan Olahraga Nasional (PON) yang menghabiskan biaya ssecar nasional Rp 3 triliun ini hanya menguntungkan sektor ekonomi sesaat bagi daerah penyelenggara.

Frans Watu alumni SDK Putra 1 Kupang yang juga mantan pemain bola SMAK Giovani Kupang, dan mantan pemain PSK Kupang berpendapat, PON yang dilaksanakan 4 tahunan itu perlu di evaluasi baik oleh KONI maupun Kemenpora.

Menurut Frans, bisa dilaksanakan 2 tahunan dan dibagi dua yaitu PON Prestasi dan PON Rekreasi. Saya terinspirasi dari permainan tempoe doeloe yang dilakukan saat reuni ini, menurut mantan pemain sepak bola Galatama dan aktivis LIRA ini permainan tradisional/tempoe doeloe bisa dimasukkan dalam PON Rekreasi

Hal ini bertujuan untuk menggaet para wisatawan baik domestic maupun internasional untuk berkunjung, sedangkan PON Prestasi akan fokus pada pembinaan dan prestasi atlit-atlit muda.

Olahraga rekreasia mengarah pada aktivitas gerak yang bertujuan untuk kesenangan dan kegembiraan.Biasanya kita dapat menemukan olahraga rekreasi ditempat-tempat wisata, jenisnya juga makin bervariasi dari mulai yang berpetualang sampai dengan yang ekstrim.

Contoh olahraga rekreasi seperti outbound, pendakian gunung, renang, jogging, bersepeda, arum jeram dll.Permainan tradisional seperti sikidoka/engklek, gala asin/benteng sodor/gobrak sodor, kasti, lompat tali merdeka/lompat tali, kayu doi/bentik/gatrik, sinjao/ular naga panjang, congklak, gasing/panggalan di Jakarta ada egrang danmasih banyak permainan tradisionaldisetiap daerah.

Olahraga tradisional seperti ini dimasukan dalam kategori olahraga rekreasiyang berinduk dibawah FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia).

Bayangkan kalau permainan tradisional masuk dalam olahraga rekreasi, tentu akan menambah kunjungan wisata baik domestik maupun internasioanal, sarana ini dapat digunakan untuk pengenalan wisata alam maupun kuliner daerah, dampak dari meningkatnya kunjungan wisata tentunya pada sektor ekonomi, industri dan pariwisata, pendapatan daerah akan meningkat. Semoga pemikiran ini dapat menjadi masukan bagi KONI Kemenpora. Dan hal nini juga bagian dari catatan reuni anak anak alumni SDK Putra dan Putri serta Don Bosko yang mana olahraga tradisional dan olahraga masyarakat harus bisa diangkat ke pentas nasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved